Rabu, 19 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Tersangka Pungli Dispenduk Jember Diminta Bongkar Nama Oknum Pejabat di Pengadilan

Selasa, 20 Nopember 2018 21:30:59 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Tersangka Pungli Dispenduk Jember Diminta Bongkar Nama Oknum Pejabat di Pengadilan

Jember (beritajatim.com) - Pengacara Eko Imam Wahyudi menegaskan, ada aliran duit hasil pungutan liar dari masyarakat kepada oknum pejabat.

Dia meminta dua tersangka kasus pungli pengurusan KTP dan dokumen administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan Jember, Jawa Timur, yang menjadi kliennya agar terbuka.

Saat ini, Kepolisian Resor Jember baru menetapkan Kepala Dispenduk Jember Sri Wahyuniati dan Abdul Kadar, aktivis Relawan Noeb (No Eks Birokrasi), sebuah kelompok relawan yang menolak birokrat menjadi bupati saat Pemilihan Kepala Daerah Jember 2015, sebagai tersangka.

Dari penyelidikan awal, sementara terungkap bahwa aksi pungli tersebut sudah berjalan sejak Maret 2018. Jika warga ingin adminduk lekas kelar, ada biaya tambahan tak resmi: Rp 100 ribu untuk pengurusan KTP elektronik, Rp 100 ribu untuk pengurusan kartu keluarga (KK), Rp 100 ribu untuk akta kelahiran, dan Rp 25 ribu untuk pengurusan Kartu Identitas Anak.

"Rata-rata per hari (tersangka percaloan) mendapat Rp 1,5 juta hingga Rp 9 juta. Rata-rata satu minggu bisa memperoleh Rp 30-35 juta," kata Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo.

Duit hasil pungli dari masyarakat tersebut juga mengalir ke salah satu pejabat. "Cuma jumlahnya tidak signifikan. Itu pun sementara ini tidak masuk dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan), karena jumlahnya tidak terlalu (besar) dan tidak jelas peruntukannya. Tiba-tiba (pejabat itu) disangoni Rp 1 juta, kemudian disangoni lagi Rp 1 juta," kata Imam.

"Akan dipertanyakan nanti di pengadilan, siapakah oknum pejabat ini. Perkara hakim menentukan lain, silakan. Tapi yang jelas kami mengimbau kepada tersangka agar buka-bukaan," kata Eko. [wir/ted] 

Tag : ott jember

Komentar

?>