Rabu, 19 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Puluhan Pendekar PSHT Luruk Polsek Tarokan Kediri

Senin, 19 Nopember 2018 17:37:58 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Puluhan Pendekar PSHT Luruk Polsek Tarokan Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Kecewa dengan pengusutan perkara penganiayaan yang dialami salah seorang anggotanya, puluhan orang pendekar PSHT di Kediri meluruk Markas Polsek Tarokan, Senin (19/11/2018). Selain membawa atribut PSHT, massa juga berorasi.

“Kedatangan kami kemari untuk meminta keadilan atas peristiwa yang dialami saudara kami, pada tanggal 7 November 2018, pukul 01.00 WIB lalu. Saudara kami mengalami perampasan atribut dan penganiayaan, pelaku kurang lebih 5 orang. Kasusnya mandek, belum ada langkah segnifikan,” kata Akson Nul Huda, koordinator aksi.

Kekerasan tersebut dialami oleh Agung (25) warga Desa Kalirong, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri. Saat itu, korban dalam perjalanan pulang. Dia mengenai sepeda motor dari arah selatan. Tiba-toba ada lima orang pemuda mengendari dua sepeda motor mengejarnya.

Sesampainya di Jalan Raya Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, korban dihadang. Tanpa menyebut kesalahan korban, para pelaku kemudian melakukan penganiayaan. Pelaku juga memaksa korban melepaskan pakaian beratribut PSHT. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya.

Merasa tidak terima, korban kemudian melapor ke Polsek Tarokan. Tetapi hingga kini, belum terbit laporan polisi. Bahkan, korban juga tidak dilakukan visum et repertum sebagai alat bukti kepolisian. Akhirnya para pendekar PSHT lainnya melakukan aksi solidaritas dengan menggelar unjuk rasa di depan Mapolsek Tarokan.

Menurut Akson, pihaknya sebenarnya tahu identitas para pelaku. Tetapi, para anggota PSHT tetap menyerahkan kasus itu ke kepolisian, sebagai wujud patuh terhadap hukum. Tetapi mereka kecewa dengan lambannya proses penanganan polisi. Mengingat, kejadian tersebut sudah dua pecan lalu, tetapi belum ada proses penyidikan lebih lanjut.

Perwakilan massa sempat diizinkan masuk untuk berdialog dengan pihak Polsek Tarokan. Dalam dialog tersebut, hadir beberapa orang pendekar silat dari perguruan lain. Polisi berkomitmen ke hadapan perwakilan massa untuk mengusut kasus itu. Tetapi, pihak Polsek Tarokan belum bersedia memberikan keterangan terkait kasus tersebut.

“Sebagaimana hasil pembicaraan dengan teman kepolisian, mengakui kesalahannya. Ada prosedur yang tidak dilakukan. Namun demikian, kita tidak mempersoalkan. Memang belum terbit laporan polisi, tetapi saya kira tidak masalah, yang terpenting komitmen beliau bahwa masalah ini akan ditindak lanjuti,” pungkas Akson. Massa akhirnya membubarkan diri. (nng/kun)

Tag : demo psht

Komentar

?>