Kamis, 15 Nopember 2018

Hujan Deras, Jembatan Antardesa di Ponorogo Putus

Kamis, 08 Nopember 2018 18:55:48 WIB
Reporter : D. Istimora
Hujan Deras, Jembatan Antardesa di Ponorogo Putus

Ponorogo (beritajatim.com) – Sebuah jembatan penghubung dua desa di Desa Bancangan, Kecamatan Sambit, Ponorogo, ambrol pada Kamis (8/11/2018) pagi. Desa Bancangan dan Desa Nglawean pun akhirnya terputus.

Danramil 0802/13 Sambit Kapten (Inf) Yatimin mengatakan, sekitar pukul 06.15 WIB, sebuah laporan warga masuk kepadanya. Warga menyatakan jembatan di Dusun Kedungwatu, Desa Bancangan telah putus. Dikatakannya, ambrolnya jembatan diduga disebabkan hujan deras pada hari Rabu (7/11/2018) sekitar pukul 16.30 hingga pukul 23.00 WIB, yang mengguyur wilayah Kecamatan Sambit dan sekitarnya.

“Akibatnya tiang penyangga jembatan tidak kuat dan roboh,” ujarnya, Kamis (8/11/2018).

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian ditaksir sekitar Rp 30 juta. Yaitu nilai dari bangunan yang didirikan sekitar tahun 1997 tersebut.

“Terkait kejadian ini, anggota Koramil Sambit, Polsek Sambit dan BKTM Desa Bancangan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengecek dan mendata. Kepala BPBD Ponorogo, Camat Sambit, Kapolsek, dan Kades Bancangan juga langsung turun ke lapangan meninjau lokasi,” ucapnya.

Camat Sambit Tony Sumarsono mengatakan, robohnya jembatan memang karena tingginya arus air akibat hujan deras pada malam sebelumnya. Selain itu, kondisi jembatan memang sudah mulai rusak. Pada tiang penyangganya ada retakan yang sudah satu tahun terakhir dilaporkan muncul di jembatan.

“Karena di situ ada dua tiang penyangga, sampah justru sering nyangkut di situ. Akibatnya tiang retak,” ungkapnya.

Pada beberapa ke hari ke depan, puing jembatan akan dibersihkan. Di sebelah timur jembatan yang ambruk akan dibangun jembatan baru untuk menggantikan jembatan yang lama tersebut.

“Tadi kami sudah konsultasi ke Kepala Dinas PUPR, Pak Jamus. Dan kemudian ada rencana pembangunan jembatan. Tapi dengan bentang yan glebih pendek di sebelah timurnya. Kita belum tahu anggarannya berapa tapi diusahakan pada PAK kali ini bisa diadakan jembatan itu,” kata Tony.

Meski menjadi penghubung Desa Bancangan ke jalan raya, namun robohnya jembatan tidak menganggu aktifitas ekonomi warga sekitar. Sebab dengan berputar sekitar 500 meter dari lokasi bencana ada juga akses menuju jalan raya.

“Warga tidak tergganggu kok. Harapannya segera dibangun dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Tony. [dil/but]

Komentar

?>