Rabu, 21 Nopember 2018

Koperasi untuk Pasar Eks-Stasiun Ponorogo Segera Dibekukan

Kamis, 08 Nopember 2018 14:45:19 WIB
Reporter : D. Istimora
Koperasi untuk Pasar Eks-Stasiun Ponorogo Segera Dibekukan
Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Pramono

Ponorogo (beritajatim.com) - Koperasi Pandu Artha Nugraha Jaya yang disebut-sebut menaungi para pedagang di Pasar Eks-Stasiun Ponorogo akan segera dibekukan.

Pemkab Ponorogo menyatakan koperasi yang dipimpin M, seorang PNS Dinas Pendidikan Ponorogo, tidak memenuhi sejumlah syarat kelangsungan sebuah koperasi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Pramono mengatakan, saat ini pembekuan koperasi seperti yang diusulkan oleh para pedagang tengah dilaksanakan. “Sedang dalam pengusulan untuk dibekukan,” ungkap Agus Pramono, Kamis (8/11/2018).

Selain karena ada usulan dari para pedagang yang merasa ada yang janggal dengan koperasi tersebut, pembekuan ini terkait dengan beberapa hal yang menyangkut tertib administrasi.

Salah satu yang menonjol adalah tidak dilaksanakannya RAT atau rapat anggota tahunan selama tiga tahun berturut-turut. Persoalan administratif lain adalah laporan keuangan yang juga tidak ada selama tiga tahun tersebut.

M yang merupakan pimpinan koperasi tersebut disebut-sebut dalam pengawasan Pemkab Ponorogo. Di antaranya dengan mencermati kehadiran M di tempat kerjanya.

Hal ini merespons aduan para pedagang yang menyebut M sebagai PNS jarang bekerja dan justru berbuat semena-mena kepada para pedagang. M dikatakan mengancam para pedagang yang enggan menyetor uang dalam jumlah yang lebih besar dari uang sewa lahan berdagang.

“Tapi kita tidak melihat absensi kehadiran sebelum persoalan ini muncul ya. Yang kita lihat ya yang setelah ini. Tertib atau tidak. Kalau tidak ya tentu ada sanksi tergantung berat ringannya pelanggaran,” ujarnya.

Akhir Oktober lalu puluhan pedagang eks Pasar Stasiun melakukan aksi unjuk rasa. Mereka mengaku kesal dan menyatakan menentang tindakan oknum berinisial M yang dinilai semena-mena dalam mengelola Pasar Eks-Stasiun di Jalan Soekarno-Hatta, Ponorogo. Bahkan, mereka menjuluki M dengan sebutan Tuan Takur.

Selain mengintimidasi, menindas dan mengancam, bentuk arogansi M adalah melakukan pungutan liar alias pungli. Beberapa waktu lalu, M melalui anak buahnya yang disebut-sebut sebagai preman pasar telah melakukan pengrusakan lapak beberapa pedagang yang menyewa kepadanya.

Sejumlah sumber menyatakan, M mengaku menjadi pengelola Pasar Eks-Stasiun karena merupakan pimpinan Koperasi Pandu Artha Nugraha Jaya dan bertidak sebagai penyewa lahan kepada PT KAI Daop VII Madiun.

Para pedagang  menyatakan, sejak dikelola oleh M pada hampir 20 tahun lalu, para pedagang hidup di bawah tekanan dan ancaman. Namun, kata Suwardi, kenyataannya pengelolaan pasar dilakukan untuk kepentingan pribadi. Bahkan dalam struktur kepengurusan koperasi tersebut disi oleh M sendiri dan istrinya. [dil/ted]

Tag : ponorogo

Komentar

?>