Kamis, 15 Nopember 2018

Santri Harus Dididik Kenali Hoax

Minggu, 21 Oktober 2018 12:25:38 WIB
Reporter : D. Istimora
Santri Harus Dididik Kenali Hoax

Ponorogo (beritajatim.com) - Para santri yang jumlahnya jutaan di Indonesia harus semakin melek internet. Salah satu bentuk teknologi yang dahsyat ini harus bisa dikendalikan dan bukan mengendalikan kehidupan para santri.

Hal ini diutarakan Ketua PCNU Ponorogo Fatkhul Aziz usai Apel Akbar Santri Ponorogo dalam rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2018 yang digelar di Aloon-Aloon Ponorogo, Minggu (21/10/2018). Dikatakannya, sesuai salah satu butir dalam amanat Ketua PP NU pada sambutan HSN kali ini, internet memang menjadi salah satu perhatian.

Sebab sebagai sebuah produk teknologi, internet berpotensi memberi manfaat juga memberi mudarat atau keburukan.

"Saat ini internet membawa pengaruh besar. Siapa saja bisa mengakses, siapa saja bisa memasukkan ide-idenya. Nah, ide itu bisa membangun kalau itu dakwah dan mengajak pada kebaikan. Bisa sangat merusak ketika yang disebar memperburuk akhlak," ungkap Fatkhul Aziz.

Mantan ketua KPU Ponorogo ini mengatakan, teknologi ini juga harus sangat diwaspadai. Salah sedikit saja, bisa fatal akibatnya.

"Maka santri harus semakin melek internet. Harus tahu mana yang isinya baik mana yang tidak. Harus dididik mengenali hoax karena hoax sangat berbahaya. Harus dipelajari khusus bila perlu," ucapnya.

Dalam apel besar HSN 2018, 2 ribuan santri tampak mamadati Aloon-Aloon Ponorogo. Mulai dari santri berusia belia sampai para pengasuh pondok pesantren. Hadir pula Wabup Ponorogo Soedjarno dan Kapolres Ponorogo AKBP Radiant. [dil/but]

Tag : hari santri

Komentar

?>