Sabtu, 17 Nopember 2018

Gus Thoriq: Hari Santri Itu Jasa Besar PDIP, Bukan PKB

Minggu, 21 Oktober 2018 11:07:10 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Gus Thoriq: Hari Santri Itu Jasa Besar PDIP, Bukan PKB

Malang (beritajatim.com) - Hari Santri Nasional (HSN) akan diperingati serentak pada Senin 22 Oktober 2018 besok. Menurut KH.Thoriq Bin Ziyad selaku Inisiator Hari Santri, santri harus punya peranan penting bagi bangsa dan negara Indonesia.

"Santri harus punya peranan penting di negara ini. Untuk saat ini yang paling taktis ialah, bagaimana peran dari seorang santri bisa mendamaikan situasi bangsa ditengah tahun-tahun politik, harus berperan menjadi kelompok yang bisa mendamaikan. Karena saya memandang Indonesia kedepan penuh konflik ditahun politik," ungkap Gus Thoriq sapaan akrabnya, Minggu (21/10/2018) pada beritajatim.com di kediamannya Ponpes Babussalam Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

Menurutnya, harus ada karya yang betul-betul solutif dari santri. "Contoh yang paling simpel, harus ada doa resmi kenegaraan. Contoh lagi, bagaimana mengawal ideologi Indonesia dengan baik. Sehingga generasi kedepan tidak mudah dipropaganda, diagitasi dan di intervensi kepentingan luar. Ideologi bangsa ini harus kuat, maka peranan santri diranah ini betul-betul dibutuhkan," bebernya.

Ditanya makna hari santri yang sesungguhnya, Gus Thoriq mengakui untuk definisi santri memang belum ada dan harus segera diwujudkan. "Harus ada takrif santri yang ada keterkaitannya dengan negara Indonesia. Karena saya melihat definisi santri di berbagai pondok pesantren itu sudah banyak dan akan berlainan. Sehingga, negara harus mempunyai kebijakan yang bisa mengcover seluruh kebijakan ponpes tentang definisi hari santri. Kalau boleh usul, definisi santri menurut saya adalah insan taat Republik Indonesia," tegasnya.

Insan taat, lanjut Gus Thoriq, adalah mencerminkan warga negara. Sehingga, siapapun warga negara baik sipil maupun militer asalkan taat pada konstitusi Republik Indonesia dialah santri sesungguhnya.

"Bagaimanapun juga Indonesia ini ada, bisa jadi begini karena peranan santri. Siapapun yang taat pada konstitusi negara, layak disebut santri. Dari semua usia, baik sipil atau militer," urai Gus Thoriq.

Disinggung siapa yang paling berjasa dalam penetapan Hari Santri Nasional hingga diperingati serentak setiap tahunya, Gus Thoriq pun menegaskan secara politik adalah PDI Perjuangan (PDIP). "Sebagai pelaku sejarah kami tahu betul siapa yang sangat berjasa soal hari santri ini. Kalau wujud hari santri secara politik, yang paling berjasa adalah PDIP," ujar Gus Thoriq.

Selaku Inisiator Hari Santri dan pelaku sejarah, Gus Thoriq paham betul sepak terjang PDIP. Partai besutan Megawati Soekarno Putri itu berperan besar dalam mewujudkan hari santri. Sehingga, berkat keteguhan PDIP dan barokahnya santri membuat PDIP menang Pilpres di tahun 2014 lalu.

"Waktu itu PDIP mendukung penuh hari santri. Sementara PKB setelah kemenangan, beberapa bulan saat mau dieksekusi munculah partai baru yang mengklaim. Saya sebagai pelaku sejarah, jujur tidak ada peranan PKB di situ, gak ada," Gus Thoriq mengakhiri. [yog/but]

Tag : hari santri

Komentar

?>