Kamis, 15 Nopember 2018

Puluhan Pemuda NTT Bentrok dengan Warga Tambak Sawah

Minggu, 21 Oktober 2018 08:15:55 WIB
Reporter : M. Ismail
Puluhan Pemuda NTT Bentrok dengan Warga Tambak Sawah

Sidoarjo (beritajatim.com) - Beberapa pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang indekost di rumah H. Tamyis Jalan Blambangan l No 20 Desa Tambak Sawah Kec. Waru terlibat bentrok dengan warga setempat, Sabtu (20/10/2018) malam.

Akibat bentrokan itu, empat pemuda asal NTT mengalami luka bacok. Keempat korban itu terdiri dari Lebu Galuh (20) asal Pantiala Bawah Kec. Lamboya Sumba Barat, Vincent Kono, (32) warga Fatunisuan Kec. Miomafo Barat Kab. Kevamenano, Marcel dan Nelis keduanya asal Sumbawa NTT.

Keempat pemuda itu menjadi korban penganiayaan  secara bersama saat pemuda dan warga Tambak Sawah tidak menerimakan ulah pemuda NTT yang dinilai telah melakukan pengrusakan di rumah H. Tamyis tuan rumah indekost para pemuda asal NTT.

Bentrokan itu dipicu karena adanya peselisihan antara pemuda NTT dengan tuan rumah kost (H. Tamyis). Pemuda NTT yang indekost di rumah Tamyis tidak menerimakan saat ditanya soal uang bulanan kost.

Kapolsek Waru Kompol H. M Fathoni mengatakan, bentrokan itu akibat perselisihan empat hari sebelumnya antara Marcel yang kost di H. Tamyis. Pemilik kost diduga mengingatkan soal uang bulanan, tapi Marcel tidak merimakan dan sampai terjadilah cekcok.

"Bahkan saat keduanya (Marcel dan H. Tamyis red,) berselisih, Marcel sempat mengeluarkan kata-kata tidak pantas. Terus dilerai oleh salah satu penghuni kost lain dan tidak terjadi apa-apa," katanya.

Fathoni menambahkan, malam ini tadi perselisihan sepertinya berlanjut. Sejumlah teman Marcel dari berbagai tempat yang tidak indekost di Tambak Sawah, berdatangan ke kost Marcel.

"Ada sekitar 20 lebih pemuda NTT berdatangan ke Tambak Sawah. Ada yang dari Gununganyar, Rungkut, Kenjeran dan tempat lainnya berkumpul di dekat lokasi. Perselisihan terjadi dan mereka diduga melakukan pengrusakan pelemparan batu hingga kaca rumah H. Tamyis pecah," ungkap Fathoni.

Dari situlah, sambung Fathoni, bentrokan terjadi. Sepertinya pemuda dan warga setempat tidak menerimakan karena H. Tamyis di Tambak Sawah seorang yang disegani. Warga Tambak Sawah banyak berdatangan dan marah kepada para pemuda-pemuda NTT tersebut.

"Warga banyak berkerumun dan melakukan penganiayaan terhadap para pemuda NTT hingga banyak yang berlarian dan ada yang masuk rumah warga untuk berlindung. Namun mereka semuanya berhasil kami evakuasi dan warga Tambak Sawah membubarkan diri," tandasnya.

Disinggung soal penganiayaan dugaan dengan senjata tajam? Fathoni menjelaskan masih melakukan penyelidikan. Karena saat itu warga banyak berkerumun dan pihaknya tidak menemukan  barang bukti adanya senjata tajam. "Tetap kami selidiki kasus ini, siapa yang membawa senjata tajam dan melakukan penganiayaan tersebut," tegasnya.

Hendrik salah satu pemuda NTT mengaku, dirinya tadi tidak tahu persis kasus pemicu bentrokan terhadap empat kawannya. Ia kaget saat datang dan berkumpul di lokasi, ada massa berkerumunan datang menuju rumah H. Tamyis dan menganiaya para temannya tersebut.

"Saya datang ke Tambak Sawah karena memang setiap malam minggu, teman-teman NTT satu rantauan di Sidoarjo maupun Surabaya berkumpul akrab," aku pemuda yang mengaku tinggal di Surabaya itu. [isa/but]

Tag : bentrok

Komentar

?>