Minggu, 18 Nopember 2018

Penembakan DPR, Polisi Duga Peluru Identik Dengan Penembakan Sebelumnya

Rabu, 17 Oktober 2018 15:55:36 WIB
Reporter : Hendra Brata
Penembakan DPR, Polisi Duga Peluru Identik Dengan Penembakan Sebelumnya

Jakarta (beritajatim.com) - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) langsung melakukan penyelidikan terhadap peluru yang menghantam lantai 10 dan 20 Gedung DPR.

Polisi menduga peluru yang ditemukan identik dengan peluru yang ditemukan di lantai 13 dan 16 pada Senin lalu.

Kepala Polres Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu mengatakan pihaknya menerima laporan ada bekas pelurus nyasar di rungan 1008, ruang kerja anggota Fraksi Demokrat Vivi Sumantri di lantai 10.

Menurutnya, bekas peluru itu usah diketahui sejak kemarin sore. Pada saat yang bersamaan, ditemukan juga di lantai 20 ruang 2003 milik anggota Fraksi PAN Totok Daryanto.

''Satu proyektil di lantai 10 sudah ditemukan. Yang di lantai 20 masih dicari,'' kata Kombes Roma di Gedung DPR, Rabu (17/10/2018).

Dia menyebut, proyektil yang ditemukan kaliber 9 milimeter, sama seperti proyektil yang ditemukan Senin lalu.''Tapi identik atau tidaknya masih perlu uji balistik,'' kata Roma.

Sebelumnya, pada Senin (15/10/2018), dua ruang kerja anggota DPR ditembak orang tak dikenal. Akibatnya kaca jendela ruangan yang berada di Gedung Nusantara I tersebut bolong dihantam peluru.

Dua ruangan yang tertembak merupakan anggota Komisi III DPR yang membidangi hukum, yakni Irjen Pol (purn) Weni Waraouw dari Fraksi Partai Gerindra di lantai 16 kamar No 1601 dan ruang kerja Bambang Heru Pramono dari Fraksi Partai Golkar di lantai 13 Kamar No 1313.

Dari kasus tersebut, KPK menyita barang bukti yang diamankan dalam kasus ini adalah satu pucuk senjata api jenis glock 17, 9×19 buatan Austria, warna hitam cokelat, 3 buah magazine berikut 3 kotak peluru ukuran 9×19.

Selain itu, polisi juga menyita satu pucuk senjata api merek AKAI Costum buatan Austria kaliber 40 warna hitam, dua buah magazine, berikut 1 kotak peluru ukuran 40.

Polisi juga telah menetapkan  dua orang tersangka berinisial IAW dan RMY. Pelaku menggunakan senjata yang berada di gudang saat berlatih di lapangan tembak. (hen/ted)

Tag : dpr penembakan

Komentar

?>