Kamis, 22 Nopember 2018

Wow.. Sudah Ratusan Tahun Lumpur Menyembur di Buncitan Sidoarjo

Selasa, 16 Oktober 2018 12:06:01 WIB
Reporter : M. Ismail
Wow.. Sudah Ratusan Tahun Lumpur Menyembur di Buncitan Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) - Sudah ratusan tahun, semburan lumpur di Desa Buncitan Kec. Sedati masih terus aktif dengan volume kecil sampai besar. Lumpur masih terus keluar tepatnya di komplek Candi Tawangalun, RT 1 RW 5 Desa Buncitan, Kec. Sedati Sidoajo.

Fenomena besarnya semburan lumpur yang keluar dari dalam ke permukaan bumi juga sering terlihat saat adanya gempa. Setiap adanya bencana gempa bumi di Indonesia, tanah lahan tersebut selalu mengeluarkan lumpur.

Tidak hanya lumpur saat adanya gempa bumi melanda. Saat adanya gempa, juga terdengar suara gemuruh seperti dari dalam bumi terdengar dengan jelas.

Saiful (57) juru kunci Candi Tawangalun mengatakan, fenomena tersebut sebenarnya sudah ada sejak dulu, tepatnya sesudah peristiwa keluarnya semburan lumpur di bekas are Sumur Banjar Panji l milik Lapindo Brantas Inc. di Porong Sidoarjo.

"Orang-orang di sekitar sebenarnya sudah tahu. Tapi cuma dianggap lumpur (kejadian) biasa," sata Saiful, Selasa (16/10/2018).

Dia bercerita, memang selama ini ia tidak pernah banyak bicara terkait fenomena itu kepada warga. Karena menurutnya, warga hanya menganggap hanya lumpur biasa.

Saat terjadinya gempa Palu dan Donggala, volume lumpur yang keluar disertai gemuruh dalam tanah sangat banyak sekali. Nah saat itulah warga menyadari adanya peningkatan dalam semburan lumpur itu.

"Saat gempa Palu dan Donggala warga baru percaya dan menyadari seperti ada hubungannya. Dan banyak warga menyaksikan dan merekamnya," terang Saiful.

Meski demikian, pria yang akrap dipanggil Cak Ipul itu mengaku, tidak tahu-menahu secara ilmiah kenapa tanah tersebut bisa mengeluarkan lumpur.

"Perlu diselidiki atau ditanyakan ke ahlinya itu. Kenapa setiap ada musibah tanah selalu mengeluarkan lumpur. Apa ada hubungannya secara geologi atau bagaimana," tukas dia.

Ketika gempa bumi terjadi di Lombok beberapa waktu lalu,semburan lumpur juga membesar lalu mengecil lagi seperti sedia kala.

Dari di lokasi, salah satu sumber tanah masih mengeluarkan letupan kecil lumpur ke permukaan tanah. Sedangkan lainnya sudah mengering. Di sekitar lahan juga terlihat tandus dan banyak ditemukan banyak hamparan garam yang tersebar di area lahan.

Konon semburan di Desa Buncitan Sedati ini sudah ada sejak jaman kerajaan Jenggala dulu. Hal ini di kuatkan dengan bangunan Candi Tawangalun yang terbuat dari batu bata.(isa/kun)

Komentar

?>