Selasa, 20 Nopember 2018

Setelah Lombok, Palu, dan Situbondo, Kini Manado Diguncang Gempa Bumi

Sabtu, 13 Oktober 2018 15:42:00 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Setelah Lombok, Palu, dan Situbondo, Kini Manado Diguncang Gempa Bumi
Gempa bumi mengguncang Manado. [Foto: BMKG/BBC]

Warga berlarian ke luar pusat-pusat pertokoan di Manado, ketika gempa bumi mengguncang. Sebagian yang lain langsung menuju tempat parkir, dan berusaha ke tempat lain dengan kendaraan mereka, mengakibatkan kemacetan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadinya gempa bumi di Sulawesi Utara berkekuatan 5,6 SR, namun tak berpotensi tsunami.

Peristiwa gempa di Sulut kali ini terjadi pada pukul 12:34 waktu setempat (11:34 WIB), Minggu (13/10/2018), 38 km tenggara Bitung, pada kedalaman 97 Km.

"Guncangannya terjadi beberapa lama, orang-orang panik, dan lari ke luar," kata Eva Aruperes, seorang wartawan di Manado sebagaimana dilansir BBC.

Menurut BMKG dalam info berkelanjutan di akun Twitter mereka, guncangan dirasakan di beberapa wilayah di Bitung, Tondano, Airmadidi, dan Manado. Belum jelas apakah ada kerusakan dan korban.

Di pusat perbelanjaan di Kota Manado, pengunjung berhamburan keluar. Olga Pangkey, saat berada di Multimart, Manado, menceritakan karyawan hingga pengunjung berhamburan keluar.

"Semua lari keluar. Namun untungnya masih teratur. Jadi tak ada korban. Tapi di parkiran, semua kendaraan langsung ke luar ke jalan hingga menyebabkan kemacetan," kata Olga kepada Eva Aruperes yang melaporkan untuk BBC Indonesia.

Ada pun Muhamad Abbas, seorang warga Kota Manado, saat terjadi guncangan langsung lari ke luar rumah bersama anaknya. "Saya langsung lari keluar. Soalnya masih trauma dengan berita-berita gempa di Palu. Apalagi keluarga saya banyak di Palu sana," kata Abbas.

Namun, lanjut dia, setelah gempa berhenti, dia bersama anaknya langsung kembali ke dalam rumah. Dan memang, tak sampai 5 menit setelah gempa, dan tak ada tanda-tanda guncangan lagi, masyarakat di Sulawesi Utara mulai beraktivitas lagi.

Di Kabupaten Minahasa, guncangan terasa kuat, kata Eva Aruperes, yang sedang berada di rumah saudaranya di sana. "Terjadi kepanikan, karena rumah berguncang-guncang. Tapi rumah tempat saya tinggal untungnya rumah kayu, jadi walaupun panik, agak tenang juga," katanya pula.

Di Minahasa Selatan, sebagian warga bahkan tak merasakan adanya guncangan. Marma Lintjewas, mengaku tidak tahu kalau terjadi gempa."O, ada gempa? Soalnya getarannya tidak terasa," katanya.

Betapa pun, media sosial di Sulawesi Utara ramai dengan percakapan mengenai hal ini.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Manado Irwan Slamet, hingga pukul 13.10 Wita (12;10 WIB), hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dengan kedalaman menengah akibat aktivitas zona subduksi lempeng Sangihe Timur menunjam ke arah Tenggara lempeng Laut Maluku," kata Kepala Stasiun Geofisika Manado Irwan Slamet.

"Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kota Manado, Bitung, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya," katanya.

Ini merupakan gempa terbaru sesudah gempa yang disusul tsunami yang menghantam Sulawesi Tengah, khususnya Palu dan Donggala, dua pekan lalu (28/9/2018), yang menewaskan lebih dari 2.000 orang.

Sebelumnya, pada Kamis (11/10/2018) juga terjadi gempa di Situbondo dan Sumenep yang menewaskan tiga orang. [BBC/air]

Tag : gempa bumi

Komentar

?>