Minggu, 21 Oktober 2018

Getaran Gempa Bumi Dikira Gangguan Makhluk Halus

Kamis, 11 Oktober 2018 08:38:03 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Getaran Gempa Bumi Dikira Gangguan Makhluk Halus
foto: ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) - Gempa Bumi 6,4 SR yang berpusat di 55 Km arah timur laut Kabupaten Situbondo menyisakan beberapa cerita unik dari para warga yang merasakan dampak getaran gempa.

Gempa itu terjadi pada pukul 01:54 WIB dini hari itu membuat hampir sebagian warga Jawa Timur dan Bali yang terdampak getaran gempa terjaga dari tidur mereka. Namun, tidak semua langsung paham jika gempa bumi sedang terjadi.

Ova Nasukha misalnya, warga Kota Surabaya ini mengaku justru ketakutan setengah mati ketika merasa ada sedikit goncangan di atas ranjang tempat ia tidur. Alih-alih berpikir bahwa gempa tengah terjadi, Ia justru berpikir sedang ada gangguang makhluk halus di rumahnya.

"Berasa goyang-goyang gitu. Ku pikir ada hantu goyang-goyang kasur. Sampai berdoa yang minta jangan diganggu. Ternyata lindu (gempa)," kata Ova.

Jika Ova sempat menganggap bahwa getaran gempa adalah gangguan makhluk halus, maka Harris memiliki pandangan berbeda. Warga Kabupaten Sidoarjo ini justru mengira Ia tengah mabuk karena merasakan pusing akibat getaran yang terjadi.

"Memang habis minum (alkohol) sedikit sih. Baru sampai rumah sekitar pukul 01.30-an. Lalu tiba-tiba pusing. Karena mikirnya agak mabuk langsung bikin es jeruk. Begitu liat handphone, baru tau ternyata ada update kalau sedang gempa," kata Harris.

Sebagai informasi, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memastikan jika episenter gempa bumi terletak di koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 KM arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 Km.

Menurut Sutopo, getaran terasa di seluruh wilayah Jawa Timur. Meliputi Kabupaten/Kota Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Bondowoso, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto.

Data sementara dampak gempa Situbondo yang telah dilaporkan adalah 3 orang meninggal dunia dan beberapa rumah mengalami kerusakan. Daerah yang terparah adalah di Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Tiga orang meninggal dunia adalah Nuril Kamiliya (L/7) warga Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep; H. Nadhar (P/55) warga Dusun Jambusok, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep dan seorang laki-laki dewasa (masih identifikasi) warga Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep. [ifw/suf]

Tag : gempa bumi

Komentar

?>