Sabtu, 20 Oktober 2018

Diskusi Kepemudaan

Angger Berbagi Pengalaman Membangun Usaha Nyleneh

Minggu, 23 September 2018 22:04:00 WIB
Reporter : Wahyu Hestiningdiah
Angger Berbagi Pengalaman Membangun Usaha Nyleneh

Surabaya (beritajatim.com) - Sebagai kaum muda saat ini, juga harus dapat mengimplementasikan semangat persatuan di kehidupan modern, terutama masalah bisnis.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh pendiri dari Duk Dus Dus, Angger Diri Wiranata. Ia seorang pengusaha muda yang sukses menyulap kardus menjadi barang-barang bernilai seni dan ekonomi yang tinggi seperti kursi dan dekorasi interior. Menurutnya, generasi muda itu jangan hanya sibuk nyinyir di sosial media, tapi berkarya dengan skill yang dimiliki.

"Di era digital harusnya anak muda lebih solutif, tapi yang paling dekat lah, apa yang bisa kita kontribusikan untuk negara, kalau gak bisa di kota, atau di perumahan, paling kecil lah, jangan hanya mencela," katanya dalam diskusi kepemudaan bertajuk tantangan persatuan di Era sekarang dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda di House Of Sampoerna, Minggu (23/9/2018).

Ia membagikan pengalamannya sejak aktif di dunia kemahasiswaan hingga lahirlah ide untuk menciptakan suatu usaha yang nyeleneh. Bagaimana ia mengembangkan ide, membuat branding dan membangun relasi. 

Angger mengatakan, memanfatkan sosial media untuk membentuk branding dari produknya adalah keharusan karena dari sini, usaha yang di jalankan dari sudut dunia, dapat disaksikan oleh orang di belahan dunialain.

"Jadi kita harus pandai-pandai memanfaatkan sosial media. Karena di tangan orang kreatif, sosial media bisa jadi sesuatu yang menghasilkan," imbuhnya.

Kepada peserta diskusi, ia juga memberikan semangat agar setiap individu ini mau mengembangkan diri. Mulai dari ide, kreatifitas, dan skill dan tidk hanya terpaku di sisi akademik. Karena menurutnya, sesuatu yang ia katakan skill itu lebih dibutuhkan saat ini, di tengah sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

Baginya, tak ada tujuan lain untuk mencuri ide atau apa, tapi karya dari kardus yang masih terbatas ini akan nampak keren jika dikerjakan oleh semakin banyak orang. Jadi istilahnya menjadi keren bersama. Tentu saja ia akui tak mudah untuk membangun rasa percaya dari rekan, namun itulah challenge yang harus ia taklukan.

"Dengan berkolaborasi, karya kita akan lebih besar dan berwarna . Istilahnya kalau bikin event, kita gak akan capek sendirian, bisa dibayangin misalnya ada festival kardus tapi Cuma dus duk duk sendiri gak akan besar. Kalau ngrangkul banyak orang, ke –up nya juga lebih besar, jadi dikenal luas ke internasional," imbuhnya.

Dalam diskusi kepemudaan itu, House of Sampoerna juga menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Prof Dr Sri Adiningsih M.Sc., Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr Hilmar Farid, dan Chief Community Activation Good News from Indonesia Shinta Saputra. [way/suf]

Komentar

?>