Minggu, 21 Oktober 2018

Sebelum Meninggal, Nadya Banyak Berubah

Senin, 17 September 2018 11:45:39 WIB
Reporter : Isdiadatul Mawaddah
Sebelum Meninggal, Nadya Banyak Berubah

Surabaya (beritajatim.com) - Nadya Firsya Ramadhani mahasiswa  Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair), kemarin Minggu (16/09) tenggelam dan meninggal di pantai Bantol Malang. Ia dimakamkan hari Minggu sekitar pukul 21.00 WIB, di Jatisari Gang Gempol Waru Sidoarjo.

Berdasarkan penuturan pihak keluarga, saat Nadya meninggalkan rumah, ia tidak memberikan pesan apapun. Hanya saja ada perubahan perilaku.

"Nggak ada pesan apa-apa, nggak ada felling apa-apa, " kata Ibu Nadya saat ditemui di rumah duka, Senin (17/9/2018).
 
Saat terakhir di rumah Ia menjadi sosok yang mandiri. Biasanya ia selalu menanyakan menu masakan ibunya, kali ini ia masak sendiri untuk bekalnya. "Dia masak mie sendiri sambil bawa selada kesukaannya, " jelas Ibunya.

Nadya yang biasanya berangkat ke kampus minta diantar. Kali ini Ia berangkat mengendarai motor sendiri. "Saya tanyain, lho kok naek motor, Mbak? Iya, tak titipin di kos temenku, Ma," ujar ibunya sembari mengenang.

Tidak hanya itu, Nadya berangkat dengan santai tanpa terburu-buru, "Kalau ada acara apapun Dia pasti berangkat dengan buru-buru, tapi kemarin itu dia santai," imbuh Ibunya.

Ibunya Nadya lantas menuturkan bahwa Nadya merupakan sosok wanita pemilik jiwa sosial yang tinggi. Beberapa kegiatan kampus Ia ikuti. Hingga Ia terkadang lupa akan kesehatanya sendiri.

"Nadya itu anaknya supel, walaupun dia cerewet tapi teman-temannya banyak yang suka, dia kadang dijadikan ketua kegiatan, sampai sakitpun dibelani, padahal kesehatanya itu jauh lebih penting, sampai ayahnya marah-marah, tapi dia nggak peduli," cerita Ibunya.

Bahkan sebelum ke pantai Bantol Malang, Minggu sebelumnya keluar kota karena ada visit kampus di Yogyakarta. "Minggu sebelumnya ke Jogya ke luar kota. Terus Senin dia pulang malam karena rapat, dan Selasa pagi survei tempat ke Malang," jelas Ayah Nadya. [isd/but]

Komentar

?>