Minggu, 18 Nopember 2018

Kampanyekan Becak Pancal Melalui Perlombaan Kemerdekaan

Minggu, 19 Agustus 2018 16:15:33 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Kampanyekan Becak Pancal Melalui Perlombaan Kemerdekaan

Bojonegoro (beritajatim.com) - Sebanyak 34 pengayuh becak di Kabupaten Bojonegoro mengikuti perlombaan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia (RI) ke-73. Puluhan pengayuh becak itu beradu kecepatan menempuh garis finis di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Minggu (19/8/2018).

Peserta yang mengikuti lomba merupakan pengayuh becak pancal yang biasanya beroperasi di sekitar kota. Ada dua kategori yang dilombakan dalam perayaan kemerdekaan ini, di antaranya drag dan freestyle. Lomba drag dilakukan secara bergiliran dua becak.

Pemandangan menarik dan cukup lucu pun terlihat saat dua becak mulai berpacu melaju di lintasan lurus yang berjarak kurang lebih 200 meter. Tawa terbahak-bahak muncul dari wajah warga yang menyaksikan di sepanjang lintasan saat dua-dua pengayuh becak beradu cepat.

"Lomba drag wajib diikuti seluruh perserta, sementara lomba freestyle diperuntukan bagi yang peserta yang mau ikut saja," kata Ketua Panitia Lomba Fahrul Riza, (34) di sela-sela berlangsungnya acara kampanye becak pancal.

Beberapa peserta pun sempat terjatuh dari becak pancal saat berlangsungnya lomba becak freestyle karena tak terbiasa mengendalikan becak yang sedang miring dengan dua roda. Tak ayal kejadian lucu tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat setempat.

Fahrul menyampaikan, lomba balap becak pancal tersebut merupakan yang pertama kali diadakan di Ledok Kulon. Selain sebagai perlombaan, hal ini juga merupakan salah satu bentuk sosialisasi terhadap becak pancal. "Setiap tahun kita membuat tema yanag berbeda, seperti tahun lalu festifal tahu namun, untuk sekarang kami mengangkat tema kampanye becak pancal," terang dia.

Selain unik, pemilihan lomba becak pancal ini juga untuk menyuarakan bahwa becak pancal mampu berkompetisi dengan becak mesin lainnya. "Kita pertimbangankan historis alat transportasi tradisional. Becak pancal perlu dilestarikan, salah satu caranya menurut kami ya dengan menggelar lomba ini," tambahnya.

Sementara itu, lajut dia, perserta yang mengikuti lomba tersebut langsung mendpatkan sembako berupa minyak goreng, gula dan beras. Dengan total nilai perpaket sembako Rp 50 ribu. "Sembako itu sebagai penggati satu hari kerja mereka. Sedangkan dari dua kategoro lomba, masing-masing jauara satu mendapat Rp 500 ribu, juara dua Rp 300 ribu, dan juara tuga Rp 200 ribu," tutupnya. [lus/but]

Tag : hut ri

Komentar

?>