Rabu, 19 September 2018

Kronologi Pembunuhan Elsa

Dibunuh Dulu, Disetubuhi Kemudian

Jum'at, 17 Agustus 2018 14:27:31 WIB
Reporter : Misti P.
Dibunuh Dulu, Disetubuhi Kemudian

Mojokerto (beritajatim.com) - Pengakuan pelaku pembunuhan dan persetubuhan dengan korban Elsa Marsiah (11) sungguh mengejutkan. Betapa tidak, sebelum disetubuhi, pelaku membunuh Elsa terlebih dulu.

Hal itu dilakukan Rosat (48), lantaran tertarik saat melihat korban buang air besar di belakang rumah.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setyono mengatakan, pelaku berhasil diringkus anggota Satreskrim Polres Mojokerto Kota di pinggir rel kereta api Pasar Gaplok, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat pada 15 Agustus 2018.

"Pada 13 Juli, pelaku melihat korban sedang buang air besar di belakang rumah. Selanjutnya, pada pukul 16.00 WIB, pelaku bertemu korban di kolam renang. Korban ditarik tangannya, namun korban berontak sehingga ditendang," ungkapnya, Jumat (17/8/2018).

Masih kata Kapolresta, korban ditendang dan membentur tembok hingga Elsa kejang-kejang di ruang TV. Korban kemudian dicekik lehernya dan diijak perutnya hingga tidak bergerak. Gadis malang itu kemudian dibawa ke kamar dan dicabuli hingga pelaku keluar sperma.

"Seluruh kejadian kekerasaan fisik dan seksual dilakukan pelaku di dalam rumah milik N yang disewa. Kemudian korban dibawa ke anak Sungai Brantas untuk menghilangkan jejak dan baru ditemukan warga keesokan harinya," katanya.

Kapolresta menjelaskan, untuk menghilangkan barang bukti, pelaku juga menjemur kasur dan membakar sprei. Pelaku dan korban tidak ada hubungan keluarga, namun tinggal dekat dengan korban. "Pelaku juga menyebar isu jika korban meninggal karena tenggelam, Itu dilakukan untuk mencari alibi," ujarnya.

Hasil penyelidikan Polres Mojokerto Kota dan Labfor Polda Jatim ditemukan bukti kuat jika korban mengalami kekerasaan fisik dan seksual yang mengakibatkan korban meninggal. Juga bukti korban dibuang di lokasi korban ditemukan, yakni anak Sungai Brantas, Sungai Balongcakring.

"Untuk psikologi pelaku masih didalami, namun pelaku mengaku dengan sadar melakukan perbuatan tersebut sehingga harus bertanggungjawab atas perbuatannya. Pelaku dijerat pasal berlapis," tegasnya.

Pelaku dijerat Pasal 80 ayat (3) UU RI Nomor 32 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak ancaman 15 tahun penjara dan Pasal 81 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2015 tentant Perlindungan Anak ancaman 6 tahun penjara. [tin/suf]

Komentar

?>