Rabu, 19 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Gempa Susulan di Lombok Diperkirakan Terjadi Hingga 6 Bulan

Sabtu, 11 Agustus 2018 12:12:11 WIB
Reporter : -
Gempa Susulan di Lombok Diperkirakan Terjadi Hingga 6 Bulan

Jakarta - Lebih dari 400 gempa susulan tercatat terjadi setelah gempa 6,9 SR yang mengguncang Lombok pada Minggu (05/08) lalu. Namun sampai kapan gempa susulan terjadi dan apa yang dapat dilakukan warga untuk menghadapi guncangan-guncangan susulan ini?

Kebanyakan gempa susulan yang terjadi tak besar, terasa hanya seperti getaran atau goyangan kecil.

Namun satu gempa susulan pada Kamis (09/08) kembali mengguncang Lombok, dengan kekuatan 6,2 SR menambah kerusakan di pulau wisata yang sudah hampir lumpuh itu.
Seorang warga di Senggigi, Lombok, yang khawatir akan gempa susulan memasang lampu di depan tenda tempat mereka berlindung. Seorang warga di Senggigi, Lombok, yang khawatir akan gempa susulan memasang lampu di depan tenda tempat mereka berlindung. (Reuters)

Sejauh ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal 321 orang dan yang mengungsi lebih dari 270.168 jiwa. Ribuan bangunan rusak.

Berapa banyak lagi gempa susulan akan terjadi dan apa yang sebaiknya dilakukan warga? Inilah sejumlah hal perlu Anda ketahui tentang gempa susulan.
Sampai kapan?

Gempa susulan diprediksi BMKG masih akan terus terjadi selama tiga hingga empat minggu ke depan, seperti diungkapkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mataram, Agus Riyanto.

Namun prediksi ini dapat berubah kembali - setelah sebelumnya diperkirakan berlangsung selama dua minggu - tergantung data gempa susulan yang dikumpulkan BMKG yang dievaluasi setiap tiga hari.

Agus Riyanto menjelaskan bahwa gempa susulan akan menurun secara eksponensial dan fluktuatif. "Artinya dia akan semakin mengecil dibanding gempa utamanya, tetapi juga fluktuatif," terang Agus.

Lantas, dapatkah gempa susulan lebih besar dari gempa utama? Tidak. Jika ada gempa yang lebih besar dari gempa utama, maka pusat gempanya akan berada di lokasi atau bidang patahan yang berbeda. "Seperti kemarin kan setelah gempa di Lombok, terjadi gempa di Jawa Timur, artinya berbeda tempatnya," jelas Agus.

Apa yang harus dilakukan? Untuk warga yang rumahnya masih tampak kokoh, BMKG menghimbau agar warga tinggal di dalam rumah. Namun untuk warga yang rumahnya sudah ada retakan, atau terlihat goyah, disarankan tidak berada di dalam rumah, lebih bagus di lapangan terbuka.

Berbahaya untuk tetap di dalam rumah yang sudah ada tanda-tanda kerusakan, karena "yang rumahnya sudah ada rusak, ada sembilan korban jiwa kena gempa susulan kemarin," ujar Agus Riyanto.

Sedang yang berada di dalam bangunan, ada metode "Drop Cover Hold" yang bisa diingat. Drop dengan bersembunyi di kolong meja dan menghindari kaca, Cover dengan melindungi kepala, serta Hold dengan mendekat ke pilar-pilar yang kokoh.

Tentu, lebih gampang berteori daripada praktiknya. Insting manusia dalam keadaan bahaya, adalah untuk lari ke luar. Hal itu baik dilakukan, hanya jika kondisinya memungkinkan. [kun]

Sumber : detik
Tag : gempa

Komentar

?>