Senin, 22 Oktober 2018

Ketua Komisi D: Saya Siap Buka Baju Datangi STDI Imam Syafi'i

Jum'at, 03 Agustus 2018 19:24:48 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Ketua Komisi D: Saya Siap Buka Baju Datangi STDI Imam Syafi'i

Jember (beritajatim.com) - Ketua Komisi D DPRD Jember Hafidi Cholish berjanji mendesak pimpinan agar segera melakukan rapat untuk menyelesaikan polemik keberadaan Sekolah Tinggi Dakwah Islam Imam Syafi'i di kawasan Gladak Pakem, Kecamatan Sumbersari.

Keberadaan STDI Imam Syafi'i menuai protes dan aksi unjuk rasa dari warga Jember yang tergabung dalam Tolak Penjajahan Ideologi Bangsa (Topi Bangsa). Para demonstran keberatan dengan pembangunan dan aktivitas Sekolah Tinggi Dakwah Islam Imam Syafi'i dan lembaga pendidikan di bawah yayasan itu. Mereka menilai STDI menyebarkan paham yang bertentangan dengan ahlus sunnah wal jamaah kaum Nahdliyyin dan mengancam kerukunan umat.

Topi Bangsa menuntut Pemkab Jember agar segera menutup STDI dalam waktu sepekan. Seusai berunjuk rasa di depan kantor Pemkab, para demonstran mendatangi gedung DPRD Jember, Jumat (3/8/2018). Mereka ditemui Hafidi dan anggota Komisi D dari Fraksi Gerindra Alfian Andri Wijaya.

Hafidi berharap pembahasan yang diprakarsai parlemen akan menemui hasil. "Tapi bila langkah ini memang tidak menemukan jalan, saya akan sama dengan Saudara-saudara sekalian. Saya akan membuka baju ini untuk bareng-bareng datang ke STDI," katanya disambut tepuk tangan perwakilan pengunjuk rasa.

"Bila tidak ada langkah dari pemerintah daerah, mari kita sama-sama buka baju. Tidak ada namanya kiai, tidak ada namanya DPRD demi menyelamatkan Jember. Bareng-bareng datang ke STDI," tambah Hafidi.

Sebelumnya di media sosial beredar klarifikasi dari Ali Musri Semjan Putra, perintis dan pendiri STDI Imam Syafi’I Jember. "Sejak kami merintis STDI  pada tahun 2007 sampai pada saat sekarang ini, kampus kami tidak punya permasalahan apa pun dengan masyarakat sekitar. Kami selalu menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar kampus, kami melakukan berbagai kegiatan sosial untuk masyarakat dengan kegiatan yang bervariatif," katanya. STDI juga menghormati perbedaan khilafiyah di tengah masyarakat. [wir]

Tag : demo wahabi

Komentar

?>