Selasa, 11 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Tali Kain Kafan Dicuri Orang

Ini Sederet Kejadian Aneh saat Keluarga Almarhum Berjaga di Kuburan

Minggu, 29 Juli 2018 16:36:13 WIB
Reporter : M. Ismail
Ini Sederet Kejadian Aneh saat Keluarga Almarhum Berjaga di Kuburan

Sidoarjo (beritajatim.com) - Keluarga almarhum Janji (56) warga Medalem, Kecamatan Tulangan, yang tiga tali ikat kain kafan raib dalam kuburan, Sabtu (28/7/2018), menduga pelaku sudah berniat sejak almarhum meninggal di Hari Kamis malam Jumat Legi.

Seperti penuturan Buara (51) isteri almarhum Janji, malam pertama keluarganya melakukan penjagaan di makam, banyak hal-hal aneh yang dijumpai dan keluarganya yakin itu perbuatan orang yang tidak bertanggungjawab. Yakni, hendak melakukan sesuatu pada keluarga yang berjaga di makam sejak pukul 20.00 WIB sampai subuh.

Semula, keluarga tidak menaruh curiga apapun atas hal-hal aneh yang dijumpai dan sifatnya ganjil itu. Mulai banyak pepohonan di sekitar makam diayun dan seperti kena terhempas angin secara keras. Kemudian ada bayangan seseorang yang lari-lari dari tempat satu ke tempat lainnya.

Kata Buara, pada malam hari kedua, anaknya yang berjaga seperti melihat bayangan seseorang dari dekat pintu makam. Saat itu keluarganya mau berjaga naik motor menuju pintu masuk makam. Dari situ, seperti ada orang berlari dan meloncat dari jarak agak kejauhan dekat pintu masuk makam.

Orang tersebut, lanjutnya, seperti dalam film-film . Meloncat ke balik pagar lalu hilang. Orang itu seperti memakai penutup di bagian kepala dengan menggunakan kain sarung. Kain itu ditutupkan di bagian kepala, sehingga hanya bagian mata yang kelihatan.

"Bagian atas orang itu ditutupi. Bagian atasnya persis seperti ninja gitu. Meloncatnya cepat dan hilang dari pandangan mata selanjutnya. Anak saya juga menoleh dan melihat, tapi orang itu hilang," kata Buara, Minggu (29/7/2018) menceritakan pengalaman anaknya saat berjaga di hari kedua.

Kejadian aneh juga dijumpai oleh Buarah sendiri. Saat itu dirinya diantarkan anaknya untuk ikut menengok keluarganya berjaga di makam sang suami. Malam itu ia melihat pohon depan pintu masuk makam seperti kena hempasan angin. Anehnya hanya dua pohon saja yang bergoyang. Sedangkan pepohonan lainnya yang ada disampingnya tidak ikut terempas. "Memang aneh sekali yang saya lihat itu. Tapi tidak berani memastikan dan saya hanya pasrah kepada Allah Ta'ala," ucap Buarah.

Buarah menambahkan, saat anak-anak dan keluarga melakukan penjagaan makam suaminya, hampir kejadian aneh atau mirip teror untuk mengusir yang menjaga makam itu agar tidak kerasan. Hampir setiap malam, selalu ada kejadian aneh. Tapi semua keluarga yang menjumpai tidak curiga sama sekali.

Setelah kejadian tali ikat kain kafan almarhum hilang, sambung Buarah, semua keluarga menarik ingatan ke belakang bahwa kejadian aneh-aneh dan janggal itu diasumsikan ada sengaja ingin mengusir para penjaga kuburan untuk kembali pulang.

"Setelah kami ingat semuanya, kami semua yakin kalau kejadian aneh-aneh sengaja ada yang membuat supaya keluarga takut berjaga di kuburan. Sehingga pelaku bisa berbuat leluasa mencuri ikat kain kafan mayat suami saya. Buktinya setelah tidak dijaga, ada orang yang berbuat seperti itu. Dan Sabtu (28/7/2018) malam saat ada keluarga menengok dan melihat ke kuburan, tidak ada kejadian aneh-aneh beruapa apap pun," imbuh Buara.

Dia juga berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Selama ia tinggal di Medalem sejak kecil, Buarah mengaku baru kali ini melihat ada kasus aneh mencuri tali ikat kain kafan. "Mungkin kedepan, jika ada keluarga warga Medalem yang meninggal saat malam Jumat Legi, pihak keluarganya harus melakukan penjagaan agar yang meninggal tidak mengalami kejadian seperti yang dialami almarhum suami saya," saran Buarah.

Masih kata Buarah, selama hidup, almarhum Janji juga tidak mempunyai keahlian atau kemahiran sesuatu yang menonjol. Orangnya pendiam dan baik pada semua orang. Almarhum meninggal karena menderita sakit lambung. Almarhum menjalani rawat inap di RSUD selama 9 hari. "Semoga suami saya mendapatkan tempat yang layak disisi-Nya," tutur Buarah dengan diamini semua anak-anaknya. [isa/suf]

Tag : ajaib

Komentar

?>