Rabu, 19 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Tinggalkan Madinah, Jemaah Diminta 'Pamitan' ke Rasulullah

Kamis, 26 Juli 2018 08:22:24 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Tinggalkan Madinah, Jemaah Diminta 'Pamitan' ke Rasulullah
Makam Nabi Muhammad SAW

Madinah (beritajatim.com) - Masa tinggal Jemaah haji yang tiba hari pertama di Madinah tersisa hari ini. Kamis (26/7/2018) pagi secara bergelombang Jemaah haji akan diberangkatkan ke Makkah bagi yang telah tinggal selama 9 hari di Madinah. Sebanyak 18 kloter diberangkatkan sejak pukul 06.00 sampai dengan 18.00 WAS.

Beberapa hal yang harus disiapkan Jemaah haji saat bertolak ke Makkah diulas dengan lugas oleh Kartono, Konsultan Ibadah wilayah Madinah. Jemaah haji diingatkan Kartono untuk memperkuat kembali manasik hajinya.

"Selain kemampuan manasik yang harus diperdalam, Jemaah haji juga harus mengetahui teknis keberangkatan ke Makkah," tutur Kartono saat sosialisasi dan konsultasi bimbingan ibadah di hotel Concorde Taiba Madinah, Rabu (25/7/2018), dikutip dari kemenag.go.id.

Sebelum meninggalkan Madinah Jemaah diingatkan oleh Kartono bahwa secara etika atau adab para Jemaah supaya “pamitan” terlebih dahulu kepada Rasulullah. Caranya dengan shalat sunah dua rakaat dan berziarah ke makam Nabi.

"Namanya ziarah wada atau ziarah perpisahan. Jemaah haji sempatkan untuk ke Nabawi sebelum menuju Makkah. Silahkan shalat sunnah dua rakaat lalu berdoa dan kemudian berziarah ke Rasulullah," kata Kartono yang dikenal sebagai pakarnya manasik haji.

Lalu dia juga mengingatkan agar Jemaah haji sudah memakai kain ihram dari hotel, meskipun niat ihram baru akan dibaca saat sampai di miqat.

"Kain ihram harus dipakai sejak di hotel karena tidak cukup waktunya untuk ihram di miqar Abyar Ali (Dzul hulaifah). Sesampai di miqat Jemaah shalat sunah dua rakaat lalu harus baca niat ihram. Baca niat bisa di dalam masjid atau di dalam bus dipandu oleh Ketua Rombongan," kata Kartono menerangkan.

Perjalanan Maadinah ke Makkah akan ditempuh dalam waktu antara 6-7 jam. Selama di perjalanan Jemaah diingatkan Kartono untuk berdzikir dan membaca talbiyah. Dia juga menyampaikan perlunya mengenal wilayah sekitar hotel di Makkah karena akan tinggal sekitar 30 hari di sana.

"Kenali betul daerah sekitar hotel sampai jalur ke Masjidil Haram. Jangan banyak aktivitas di luar karena Jemaah haji harus menghemat tenaga agar tetap prima saat wukuf di Arafah," ujar Kartono.

Di akhir pertemuan Kartono mengajak Jemaah haji berdiskusi. Ada yang menanyakan amalan ibadah di puncak haji bagi Jemaah sakit atau wanita yang sedang haid. Persoalan andaikan sopirnya tidak masuk ek Abyar ‘Ali untuk miqat juga menjadi perbincangan hangat. Bahkan ada pula Jemaah yang mempersoalkan pembayaran dam dan cara membeli binatang qurban di Makkah.

Semua persoalan yang disampaikan Jemaah dijawab dengan lugas oleh Kartono. Sebagai Konsultan Ibadah, ada banyak tugas yang harus diselesaikan Kartono bersama anggota timnya setiap hari. Selain melakukan kegiatan konsultasi peribadatan dan manasik haji di hotel, Kartono juga rutin melakukan edukasi peribadatan, ziarah, dan teknis pelaksanaan manasik haji. Dia juga melakukan visitasi Jemaah haji sakit yang dirawat. [suf]

Tag : haji

Komentar

?>