Senin, 20 Agustus 2018

Dihukum Squat Jump, Siswi di Mojokerto Terancam Lumpuh

Jum'at, 20 Juli 2018 08:02:11 WIB
Reporter : Misti P.
Dihukum Squat Jump, Siswi di Mojokerto Terancam Lumpuh

Mojokerto (beritajatim.com) - Mas Hanum Dwi Aprilia terancam menderita kelumpuhan. Ini setelah siswi kelas XI IPS-2 SMAN 1 Gondang mengalami cidera parah pada syaraf tulang belakang. Dia menjalani hukuman fisik berupa squat jump (melompat sambil jongkok secara berulang-ulang) karena terlambat mengikuti ekstrakulikuler.

Dari kesepakatan bersama, kelompok Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI), jika ada anggota yang terlambat akan menerima hukuman membaca ayat-ayat Alquran. Namun saat korban terlambat datang, ada perubahan hingga akhirnya disepakati hukuman fisik berupa squat jump.

Saat itu, Jumat (12/7/2018) pekan lalu, ada dua anggota UKKI yang terlambat termasuk korban. Korban mendapat hukuman squat jump karena datang terlambat bersama satu orang temannya, keduanya mendapat hukuman melompat sambil jongkok sebanyak 200 kali.

Namun belum sampai 200 kali, korban tergeletak lemas. Kakinya mati rasa dan tak bisa digerakkan, bahkan untuk miring saja, korban harus dibantu. Pihak keluarga kemudian membawa korban ke pengobatan tradisional Sangkal Putung Umi-Abi di Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Ayah korban, Sugiono mengatakan, akibat hukuman tersebut korban tidak bisa berjalan. "Katanya ada potensi mengalami kelumpuhan karena menderita cidera parah pada urat syaraf di bagian tulang belakang," ungkapnya, Jumat (20/7/2018).

Ayah korban hanya kuli bangunan ini mengaku kesulitan membiayai pengobatan sang anak. Sehingga pihak keluarga hanya bisa pasrah terkait musibah yang dialami korban yang juga santri Pondok pesantren Al-Ghoits di Desa Kedegan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto tersebut.

"Saya berharap pihak sekolah bertanggung jawab terkait seluruh pembiayaan pengobatan hingga sembuh," harapnya.

Sementara itu, engasuh Pondok Pesantren Al-Ghoits, Gus M.Rofiq Afandi menjelaskan, ia tidak curiga karena korban awalnya tidak merasakan gejala apapun. Selang beberapa hari, korban baru merasakan sakit pada bagian kaki dan tulang belakangnnya.

"Puncaknya, ketika hendak salat subuh ia tidak bangun, kedua kaki dan tubuhnya tidak bisa gerak. Saya tahu dari teman sekolahnya terkait penyebab kejadian yang menimpanya. Anaknya (korban) sudah selesai menjalani hukuman squat jump sebanyak 60 kali ," ujarnya.

Tetapi karena ada temannya yang tidak menjalani hukuman maka hal itu ditanggung korban sebanyak 120 kali. Korban bisa melakukan sekitar 90 kali squat jump dan sudah tidak sanggup lagi. Sayangnya, korban menolak diwawancarai terkait kejadian yang telah dialaminya itu. [tin/suf]

Tag : lumpuh

Komentar

?>