Senin, 20 Agustus 2018

BBKSDA Jatim Belum Terima Laporan Soal 'Teror' Ular di Mojokerto

Selasa, 17 Juli 2018 01:21:39 WIB
Reporter : Misti P.
BBKSDA Jatim Belum Terima Laporan Soal 'Teror' Ular di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) - Meski beradaan ular jenis Sanca Kembang meresahkan Dusun Unengan, Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur wilayah Mojokerto-Sidoarjo belum menerima laporan dari warga.

Kepala Resort Konservasi Wilayah Mojokerto-Sidoarjo BBKSDA Jatim, Abdul Khalim mengatakan, ular jenis Sanca Kembang tergolong hewan yang bisa jadi berbahaya dan tidak bagi manusia. "Ular Sanca Kembang ini mirip seperti ular Piton, tidak berbisa tapi bisa berbahaya," ungkapnya, Senin (16/7/2018).

Masih kata Khalim, ular Sanca Kembang mampu melilit mangsanya. Jika ular-ular tersebut berukuran besar, tegas Khalim, bisa saja dapat membahayakan manusia jika berada di sarangnya. Ular Sanca Kembang yang berhasil ditangkap warga tersebut tergolong hewan yang tidak dilindungi.

"Kebanyakan di Indonesia ada dua jenis ular Sanca Kembang yang berpotensi masih banyak di kawasan hutan nusantara. Yakni Sanca atau Phyton Reticulatus (tidak dilindungi) dan Phyton Molurus (dilindungi). Sanca Kembang bisa tumbuh hingga lebih dari 8 meter. Lebih panjang daripada ular Anaconda yang ada di perairan Sungai Amazon," jelasnya.

Khalim menambahkan, warga diperbolehkan menangkap ular-ular tersebut dengan syarat tidak masuk dalam kategori hewan yang dilindungi. Menurutnya, untuk saat ini yang dilakukannya BBKSDA adalah memantau kondisi kampung Unengan sembari menunggu laporan dari masyarakat. [tin/suf]

Tag : ular

Komentar

?>