Jum'at, 20 Juli 2018

Berjam-jam Terapung di Laut, 14 Nelayan Lamongan Selamat

Selasa, 10 Juli 2018 19:33:14 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Berjam-jam Terapung di Laut, 14 Nelayan Lamongan Selamat

Gresik (beritajatim.com) - Sebanyak 14 nelayan asal Lamongan selamat dari tragedi maut setelah terapung berjam-jam setelah perahu yang ditumpanginya karam di perairan Masalembu, Sumenep. Akibat perahunya dihantam ombak besar.

Para nelayan tersebut berhasil menyelamatkan diri menggunakan jirigen solar, sebelum akhirnya diselamatkan kapal tongkang TB Prima dan membawanya ke perairan Pulau Bawean, Gresik lalu dievakuasi ke pelabuhan setempat.

Salah satu nelayan yang selamat. Pendaka (30) warga asal Paciran, Lamongan menceritakan mulanya dirinya bersama penumpang perahu lainnya berangkat dari Lamongan Sabtu (7/7) pagi tujuan perairan Masalembu, Sumenep.

Namun, pada hari Minggu (8/7) malam mereka berhasil melewati pulau Bawean, Gresik. Usai melintasi perairan tersebut ombak semakin besar. Para nelayan yang masih tertidur lelap. Tiba-tiba perahu dihantam ombak besar dari arah depan.

Perahu oleng karena lambung bagian depan bocor. Melihat kejadian itu, Pendaka lalu membangunkan teman-temannya. Pasalnya, air dengan cepat masuk ke seluruh bagian perahu. Namun, para nelayan sigap dengan membuat rakitan jurigen.

"Kami siapkan sebelum tenggelam akibat dihantam ombak besar," ujar Pendaka, Selasa (10/07/2018).

Kendati sudah membuat pelampung dari rakitan jirigen. Selanjutnya, perahu yang ditumpanginya tenggelam. Sehingga, nelayan terapung-apung berjam-jam di tengah lautan.

"Kami saling berpegangan erat sebelum akhirnya diselamatkan kapal tongkang yang melintas," ungkap Pendaka.

Pemilik perahu Barli (54), asal Brondong, Lamongan mengaku dirinya baru mendapatkan kabar Selasa (10/7) pagi melalui media sosial facebook. Bahwa perahunya karam. Saat itu dirinya berada dirumah dengan istrinya.

Barli bersama istrinya, Rustin bergegas ke kantor Satpolair Polres Gresik. Dalam perjalanan istrinya terus menangis histeris. Pasalnya, dua anaknya, Khusnul Maabi (22), dan Agus Endro (17), ikut dalam rombongan perahu.

"Saya bersyukur semua nelayan ternyata selamat," ungkapnya.

Kasat Polair Polres Gresik AKP Nur Mahfut menjelaskan, para nelayan tersebut berhasil diselamatkan Kapal Tongkang TB Prima pada Senin (9/7) malam. Kebetulan kapal pengangkut batubara itu hendak ke Pelabuhan Gresik.

"Para nelayan yang selamat langsung kami lakukan periksa kesehatan. Tidak ada yang sakit hanya shock saja," pungkasnya. [dny/ted]

Tag : tenggelam

Komentar

?>