Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Wartawan Sumenep Kutuk Kekerasan Terhadap Insan Pers

Kamis, 05 Juli 2018 14:07:42 WIB
Reporter : Temmy P.
Wartawan Sumenep Kutuk Kekerasan Terhadap Insan Pers

Sumenep (beritajatim.com) - Puluhan wartawan Sumenep menggelar aksi solidaritas terhadap kekerasan yang dialami Oryza A. Wirawan, wartawan beritajatim.com saat melakukan peliputan pertandingan sepak bola antara Sindo Dharaka vs Persid Jember.

"Kami mengutuk keras aksi kekerasan yang menimpa wartawan di Jember. Karena itu, kami menggelar aksi solidaritas ini sebagai bentuk keprihatinan kami," kata Ketua PWI Sumenep, A. Rifai, Kamis (05/07/2018).

Aksi solidaritas tersebut digelar di depan Taman Adipura Sumenep. Puluhan wartawan berbagai media, baik cetak maupun elektronik, membentangkan poster-poster bertuliskan kecaman. Diantaranya: 'Stop Kekerasan Pada Wartawan', 'Tolak Aksi Premanisme Terhadap Pers', 'Usut Tuntas Kekerasan Pada Wartawan'.

"Tugas seorang wartawan itu dilindungi undang-undang Pers. Tidak bisa begitu saja ada pihak-pihak yang sewenang-wenang melakukan kekerasan. Ini mirip aksi premanisme," tandas wartawan Harian Surya ini.

Oryza A. Wirawan, dikeroyok sejumlah orang yg diduga sebaga pemain klub sepak bola Sindo Dharaka, saat meliput pertandingan Persid Jember vs Sindo Dharaka di stadion Jember Sport Garden.

Pengeroyokan terjadi saat Oryza mengambil foto sejumlah pemain Sindo Dharaka yang memprotes keputusan wasit memberikan kesempatan tendangan penalti pada Persid jember di menit-menit terakhir pertandingan, sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Ketika pertandingan berakhir, beberapa pemain dari Sindo Dharaka mengejar dan memukul wasit, Oryza mengambil foto dari HP nya. Namun tiba-tiba dari samping ada petugas keamanan berpakaian doreng yang merampas hand phone Oryza. Setelah ID card wartawan ditunjukkan, HP pun dikembalikan.

Namun sesaat setelah itu, tiba-tiba beberapa pemain Sindo Dharaka mendekat dan mengeroyok Oryza. Suasana menjadi sangat ricuh. Akibat penganiayaan itu, Oryza mengalami luka memar di kaki, rusuk, dan kepala. Saat ini Oryza tengah dirawat di salah satu rumah sakit di Jember. Kasus penganiayaan itu telah dilaporkan ke Polres Jember.

"Kami meminta agar aparat Kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap wartawan di Jember. Ini benar-benar tindakan yang mencederai kebebasan pers," tandas Ketua Asosiasi Media On Line Sumenep, Ahmadi. (tem/kun)

Komentar

?>