Sabtu, 23 Juni 2018

Malam Lebaran, Desa Mojodeso Gelar Tradisi Colok Malam Songo

Kamis, 14 Juni 2018 20:18:24 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Malam Lebaran, Desa Mojodeso Gelar Tradisi Colok Malam Songo

Bojonegoro (beritajatim.com)--Dalam tradisi umat muslim menjelang Hari Raya Idul Fitri terdapat banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat. Salah satunya adalah colok malem songo. Dalam tradisi ini masyarakat menyalakan obor di sekitar rumah dan ada syukuran yang disebut dengan 'Maleman', Rabu (13/6/2018).

Perayaan Tradisi colok malem songo masih dilaksanakan di Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Namun, dalam pelaksanaan tradisi colok malem songo itu dikemas dengan konsep modern dan atraktif.

Selain menyalakan obor serentak di jalan desa, perayaan ini juga memberikan acara hiburan bagi masyarakat.

Perayaan colok malem songo itu dikemas dalam bentuk festival obor. Bahkan, dalam kegiatan itu, para pengunjung tidak hanya berasal dari warga setempat, namun juga banyak dari masyarakat luar daerah.

Para pengunjung bisa menikmati lagu lagu diiringi hiburan seni musik oklik.

Tak hanya itu, pengunjung juga bisa menikmati atraksi api dan lampu. Bahkan pengunjung bisa mencobanya dengan didampingi trainer. Merasakan sensasi memegang api besar memberikan daya tarik tersendiri bagi banyak pengunjung Festival Obor.

Serta memecahkan benda keras dengan media lampu memberikan keseruan disertai rasa penasaran yang luar biasa.

Di luar dugaan, justru yang banyak mencoba atraksi api adalah remaja perempuan. "Kami tidak berniat pamer atau sombong, ada pesan yang ingin kami sampaikan bahwa sesuatu yang terasa tidak mungkin bisa menjadi mungkin dengan strategi yang tepat, usaha dan doa," ujar Adib Nurdiyanto, trainer atraksi api dan lampu di Festival Obor Desa Mojodeso.

Meski disertai angin yang cukup kencang dan membuat sebagian obor mati pada awalnya, namun meriahnya suasana perayaan colok malem songo sudah bisa ditemui mulai sore hari meski kegiatan ini diagendakan dimulai setelah salat tarawih.

Kegiatan ini telah menjadi daya tarik bagi masyarakat di Bojonegoro dan merupakan salah satu upaya Pemerintah Desa dalam melestarikan tradisi di Desa Mojodeso.

Dengan adanya kegiatan ini, tidak hanya memberikan hiburan bagi pengunjung, namun juga bisa menggerakkan roda ekonomi masyarakat Desa Mojodeso, terutama yang berprofesi sebagai pedagang.

"Perayaan Festival Obor di Mojodeso akan terus kami selenggarakan, harus bisa lebih menarik di tahun berikutnya dan bisa menarik wisatawan asing," ucap Kepala Desa Mojodeso, Warsiman. [air/lus]

Tag : lebaran

Komentar

?>