Sabtu, 23 Juni 2018

Minal Aidin Wal Faizin dan Dakwah Pedagang Arab

Kamis, 14 Juni 2018 06:54:09 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Minal Aidin Wal Faizin dan Dakwah Pedagang Arab

Ucapan Selamat Idul Fitri dan disertai dengan 'Minal Aidin Wal faizin' merupakan tradisi yang berawal dari para pedagang Arab yang menyebar Islam di Indonesia, menurut seorang anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebagaimana dilansir BBC edisi 23 Juni 2017, kartu-kartu ucapan, termasuk yang elektronik, bagi Anda yang mengirim ataupun yang menerima tentu kata-kata 'Minal Aidin Wal faizin' banyak ditemukan dan dilanjutkan dengan 'maaf lahir dan batin.'

Arwani Faishal, anggota Komisi Fatwa MUI, mengatakan 'Minal Aidin Wal faizin' yang berarti "semoga kita termasuk orang-orang yang kembali ke jalan yang benar atau ke jalan Allah dan termasuk orang yang beruntung atau berbahagia," bermula dari dakwah pedagang Arab.

"Kalimat itu di suatu kawasan Melayu seperti Indonesia, Malaysia sangat populer. Ini bukan dari Nabi (Muhammad), tapi itu ucapan selamat dan secara tekstual adalah doa." kata Arwani.

"Di Indonesia populer di awal-awal semaraknya Islam, yang didakwahkan oleh para pedagang Arab...Yang menyebarkan Islam, yang menjadi panutan banyak orang, tentu diikuti jemaahnya, masyarakatnya, penganutnya dan dari tahun ke tahun itu diikuti dan populer."

"Itu doa baik, boleh diikuti terus-menerus, tapi tak berarti hanya kalimat itu saja, mungkin suatu ketika nanti muncul ide kalimat lain selain Minal Aidin Wal Faizin. Ini praktis dan puitis sehingga sangat mengena," tambahnya.

Dan bagaimana dengan lanjutan kalimat, maaf lahir batin? Arwani menyebutkan, ini terkait syariat di mana Nabi (Muhammad) menyebut Ramadan adalah bulan yang berkah, "Allah memberi rahmat kepada para hambanya, Allah mengampuni dosa-dosa hambanya."

"Terkait dengan Allah mengampuni...maka muncullah gagasan yang bagus setelah Ramadan perlu minta maaf kepada sesama manusia. Diwujudkan dengan bertemu dan minta maaf."

Ucapan lain terkait Idul Fitri adalah Taqabbalallahu Minna Wa minkum, yang "merupakan tradisi di dunia Islam," kata Arwani. Arti ucapan ini adalah, "Semoga Allah menerima amal soleh kita dan kamu semua. Itu menurut suatu riwayat disampaikan sahabat Nabi (Muhammad) kepada sahabat yang lain setelah Rasulullah wafat, itu bagian dari tradisi di dunia Islam," tambanya.

Di dunia Arab, ucapan selamat hari raya, menggunakan kata-kata Ied Mubarak, atau Idul Fitri yang memberkahi. "Ini ada kaitannya dengan sabda Nabi yang menyebut datanglah Ramadan, bulan yang memberkahi. Kalau Ramadan memberkahi, kesimpulannya Ied juga memberkahi dan muncullah Ied Mubarak," kata Arwani.[BBC/air]

Sumber : BBC
Tag : mudik lebaran

Komentar

?>