Minggu, 24 Juni 2018

Pantau Kemacetan, Polres Mojokerto Kota Siapkan 2 Unit Drone

Senin, 11 Juni 2018 08:07:47 WIB
Reporter : Misti P.
Pantau Kemacetan, Polres Mojokerto Kota Siapkan 2 Unit Drone

Mojokerto (beritajatim.com) - Drone disiapkan untuk memantau tingkat kemacetan di jalur mudik wilayah hukum Polres Mojokerto Kota. Ada dua unit drone yang disiapkan pihak kepolisian.

Program tersebut merupakan kerja sama dengan komunitas drone yang ada di Kota Mojokerto. Drone sendiri merupakan kendaraan udara menyerupai pesawat terbang atau helikopter yang dapat dioperasikan tanpa dikendarai oleh awak atau pilot.

Drone juga dapat dimanfaatkan untuk mengambil gambar dengan memanfaatkan fasilitas kamera yang diambil dari ketinggian. Hal tersebutlah yang dimanfaatkan Polres Mojokerto Kota untuk memantau kemacetan di jalur mudik.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Prasetiyo mengatakan, dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2018, Polres Mojokerto Kota menggunakan pengembangan IT untuk memantau kepadatan arus lalu lintas. "Ada dua unit drone yang kami tempatkan, kerja sama dengan komunitas drone," ungkapnya, Senin (11/6/2018).

Masih kata Kapolresta, dua unit drone tersebut ditempatkan di perempatan Sekar Putih untuk memantau ekor kepadatan sampai maksimal sebelum di jembatan Mertex dan perlintasan Kereta Api (KA) Gunung Gedangan. Satu lagi ditempatkan di exit Tol Gedeg di Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

"Untuk memantau tol dan arus arteri yang menuju Jombang maupun Surabaya. Ini bisa dipantau perwira pengendali di pos untuk pengambilan kebijakan yang cepat, tapi juga bisa dipantau dan terkoneksi dengan Comment Center untuk dikonfirmasi kepada masyarakat melalui siaran radio maupun media sosial," katanya.

Hal tersebut dilakukan dari sisi kepadatan lalu lintas, jangan sampai pengambilan keputusan terlambat sehingga terjadi kuncian simpul-simpul yang mengakibatkan kesulitan anggota di lapangan. Penggunaan drone sendiri mulai Operasi Ketupat Semeru 2018 yakni, 7 Juni sampai 24 Juni 2018.

"Diatur oleh petugas yang paham, yang pada prinsipnya tidak boleh sampai jembatan Mertex yang ke arah Surabaya, begitu juga di perlintasan KS. Di perlintasan harus distop jika terjadi penguncian. Artinya nomor satu adalah keselamatan," tegasnya. [tin/suf]

Tag : arus mudik

Komentar

?>