Sabtu, 23 Juni 2018

Setahun Mangkrak, Bus Ini Dioperasikan untuk Angkutan Lebaran

Minggu, 10 Juni 2018 19:48:14 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Setahun Mangkrak, Bus Ini Dioperasikan untuk Angkutan Lebaran
Para sopir bus menjalani pemeriksaan kesehatan di Terminal Tamanan Kediri

Kediri (beritajatim.com) - Memasuki H-5 lebaran, petugas gabungan dari Kementerian Perhubungan, Polresta Kediri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat melakukan pengecekan terhadap sejumlah angkutan mudik. Satu persatu bus yang melintas di Terminal Tamanan Kota Kediri, langsung diperhentikan oleh petugas.

Selanjutnya para sopir bus diminta untuk menunjukkan surat-surat kelengkapan berkendara seperti Surat Izin Mengemudi atau SIM dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Pemeriksaan dilanjutkan dengan pengecekan kelayakan angkutan yang meliputi kondisi ban, kaca dan rem.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan adanya bus memakai ban gundul dan bus yang tidak layak jalan karena tanpa perlengkapan seperti dongkrak, retting dan lampu penerangan jarak jauh maupun pendek.

Pamuji, sopir Bus Kawan Kita jurusak Blitar – Nganjuk ini mengaku, terpaksa mengoperasikan kembali kendaraan yang sudah mangkrak selama satu tahun dengan dalih membantu pemudik. Tetapi dia tidak mempedulikan kendarannya justru membahayakan bagi penumpangnya.

"Karena lama tidak dioperasikan, banyak kelengkapannya yang kurang. Maksud kami mengoperasikan kembali kendaraan ini, semata-mata untuk membantu pemudik yang kesulitan mendapatkan angkutan," kata Pamuji yang mengakui sadar dengan kesalahannya, Minggu (10/6/2018).

Para sopir kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan secara gratis , diantaranya pemeriksaan tensi darah dan tes urine narkoba. Dari puluhan sopir bus yang menjalani pemeriksaan, beberapa diantaranya didiagnosa mengidap penyakit hypertensi atau tekanan darah tinggi. Selain itu, ada salah satu sopir yang terdeteksi mengkonsumsi obat sakit jantung sehingga hasil tesnya positif .

"Tes urine dan pemeriksaan kesehatan terhadap sopir bus angkutan mudik ini tujuannya untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi penumpang. Sehingga mudik berlangsung aman dan lancar," kata Kompol Diyah Nawang Indarwati, selaku Kasi Pencegahan dan Pemberdaya Masyarakat BNN Kota Kediri.

Dari sekitar 30 sempel urine milik sopir yang sudah diperiksa, tidak ditemukan adanya penggunaan narkoba maupun obat-obatan terlarang. Namun, apabila dalam tes urine lanjutan ditemukan adanya sopir yang menggunakan narkoba, maka perusahaan otomotif (PO) harus mengganti dengan sopir baru agar tak membahayakan penumpang.

Untuk diketahui, lima hari menjelang Hari Raya Idul Fitri ini, sudah mulai terjadi peningkatan jumlah penumpang di terminal kota kediri yang berkisar antara 1 hingga 5 persen. Puncak arus mudik di Terminal Tamanan Kota Kediri diperkirakan terjadi pada H-1 Lebaran. [nng/suf]

Tag : mudik

Komentar

?>