Sabtu, 15 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Warga Ingin Keluarga Ujang Tidak Tinggal di Ketapang

Selasa, 05 Juni 2018 15:49:37 WIB
Reporter : M. Ismail
Warga Ingin Keluarga Ujang Tidak Tinggal di Ketapang

Sidoarjo (beritajatim.com) - Rasan-rasan warga RT 6 RW 2 Desa Ketapang Kecamatan Sukodono yang ditujukan pada Ujang terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 mulai menggema.

Warga merasa risih dan tak nyaman bertetangga dengan terduga teroris. Terlebih Ujang dan Yanti yang menjadi pasangan nikas sirri itu, selama ini juga tak pernah berinteraksi dengan tetangga  sekitar.

"Mereka itu keluarga tertutup. Jarang berinteraksi dan keluar rumah hadiri hajatan maupun undangan tetangga," kata L tetangga Ujang Selasa (5/6/2018).

Sebelum kedoknya terungkap (diamankan Tim Densus), keluarga itu sudah tertutup. Warga sejak dulu banyak yang tidak suka karena tidak pernah bergaul dengan tetangga.

Ternyata sekarang diketahui Ujang adalah terduga teroris. Hal ini membuat warga lingkungan RT 2 semakin banyak yang tidak senang dan risih. Dulu saja saat kedoknya belum diketahui, warga sudah risih karena tidak pernah bertetangga.

"Malah sekarang dengan kasat mata banyak yang menyaksikan keluarga itu diduga bagian dari jaringan teroris, jelas warga bertambah tidak senang. Bahkan banyak berkeinginan keluarga itu tidak lagi menjadi warga lingkungan RT sini," ungkap L.

Ketua RT 6 RW 2 Desa Ketapang, Kecamatan Sukodono, Bambang Ismono mengungkapkan, bahwa Ujang (terduga teroris red,) bukanlah warga setempat, melainkan warga Surabaya.
Ia baru menempati rumah istri sirinya yakni Yanti didesa tersebut pada Februari lalu. Sedangkan suami Yanti sendiri yakni Hakim sudah meninggal.

"Saya sendiri tak seberapa kenal dengan Ujang. Karena dia jarang sekali bersosialisasi dengan warga. Setiap ada kegiatan pun juga tak pernah ikut," jelas Bambang.

Tidak hanya Ujang, menurut Bambang, Yanti (istri Sirri Ujang) ber-ktp Surabaya dan baru menempati rumah didesa Sukodono tersebut sejak 2015 yang lalu, bersama ibu kandung dan suaminya yang almarhum.

"Keluarga itu (Ujang dan Yanti), jarang bersosialisasi dengan warga. Jadi kita enggak seberapa tahu aktifitas mereka," pungkas Bambang.[isa/ted]

Tag : bom surabaya

Komentar

?>