Sabtu, 23 Juni 2018

Rektor Unair Tegaskan Kampus Tidak Terkait dengan Kaderisasi Paham Radikal

Senin, 28 Mei 2018 17:16:54 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Rektor Unair Tegaskan Kampus Tidak Terkait dengan Kaderisasi Paham Radikal

Surabaya (beritajatim.com) - Universitas Airlangga (Unair) hari ini menggelar konferensi pers terkait isu kampus sebagai ladang paham radikal.

Konferensi Pers bersama Prof Nasih selaku Rektor diadakan di lantai 4 gedung Rektorat Kampus C Unair, Senin (28/5/2018).

Sebelumnya, diberitakan oleh salah satu media massa bahwa Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut beberapa Perguruan Tinggi telah terpapar paham radikal dan menjadi arena penyebaran paham ini secara masif.

Dalam berita tersebut, nama Unair juga ikut disebut sebagai salah satu kampus yang sudah terpapar paham radikalisme.

Menanggapi hal ini Rektor Unair, merasa berkepentingan untuk mengklarifikasi dan memberikan tanggapannya.

Menurut Prof Nasih, kampus tidak akan menghasilkan output seorang teroris, karena kampus adalah tempat menimba ilmu yang sesuai dengan bidang masing-masing mahasiswa serta mencetak generasi pemimpin bangsa yang unggul dan berpaham Pancasila, sehingga sangat tidak mungkin kampus mengajarkan hal hal seperti radikalisme dan terorisme.

Pernyataan BNPT yang menyebut tujuh PTN telah terpapar radikalisme, termasuk Unair, dinilai Prof Nasih merupakan warning atau peringatan.

"Jangan disebut tuduhan, anggap saja BNPT memberikan warning. sehingga kami berterimakasih atas warningnya terkait adanya indikasi terorisme atau radikalisme yang menghampar tersebut, sehingga kami sangat berkepentingan dan kami sangat ingin serta berterimakasih kepada BNPT, jika benar ada paparan radikalisme itu di kampus kami jadi kami ingin mendapat informasi yang lebih detail mengenai hal tersebut, kalau diperlukan bisalah kami diberi datanya, namanya siapa, prodinya apa dan sebagainya, agar kami bisa menanggulangi keadaan tersebut. Tapi jika hanya dugaan semata, Ndak tidak tahu kejelasannya dimana kan ya susah juga," ujar Nasih.

Prof Nasih menegaskan keadaan Kampus Unair selama ini data yang valid dan resmi mengenai pernyataan BNPT, karena Unair tidak merasa nyaman dengan pernyataan tersebut.

Ia menginginkan pembuktian melalui data sehingga bisa melihat dengan nyata.

"Janganlah sampai, hanya karena kesalahan satu dua orang mahasiswa jadi seakan akan kampus nya yang dicitrakan sebagai penghasil paham radikalisme, hak tersebut jelas berbeda. jangan sampai jadi seperti pepatah, setitik nila rusak susu sebelanga," ungkap Nasih

Prof Nasih memastikan bahwa di Unair, paham radikalisme tidak akan berkembang dengan baik dilingkup Fakultas Kedokteran, karena kegiatan mereka adalah belajar dan belajar, hingga tidak ada fokus yang lain. [ted/adg]

Tag : bom surabaya

Komentar

?>