Rabu, 17 Oktober 2018

Hari Kebangkitan Nasional Jadi Momentun Tangkal Radikalisme di Kota Malang

Minggu, 20 Mei 2018 22:55:48 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Hari Kebangkitan Nasional Jadi Momentun Tangkal Radikalisme di Kota Malang

Malang (beritajatim.com) - Hari Kebangkitan Nasional diperingati dengan apel siaga dan deklarasi anti radikalisme dan anti teror di halaman Balai Kota Malang pada Minggu sore, (20/5/2018). Deklarasi dilakukan untuk menangkal seluruh aktifitas radikal di Kota Malang.

"Karena cara pandang bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam Pancasila, merupakan kesepakatan bersama para pendiri bangsa. Itu adalah pegangang bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan ini, agar berlandaskan nilai keagamaan, kemanusiaan serta gotong royong," kata Pjs Wali Kota Malang, Wahid Wahyudi.

Wahid menyebut deklarasi anti radikalisme cukup penting dan strategis di tengah kondisi negara yang sedang dilanda aksi teror sekelompok oknum yang tidak bertanggung jawab. Seperti di Surabaya, dan Riau.

"Karenanya jika ada yang keluar dari konsensus tersebut baik dari segi pemikiran apalagi tindakan adalah sebuah perlawanan terhadap negara. Dan lebih dalam lagi itu merupakan bentuk pengingkaran terhadap nilai keagamaan yang universal," papar Wahid.

Wahid menilai, aksi teror disejumlah daerah telah bertentangan dengan nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan dan mencabut hakiki nilai agama yang adiluhung. Ia mengevam dan meminta masyarakat Koya Malang untuk melawan tindakan teror dan radikal.

Wahid berpesan kepada seluruh peserta apel, agar gerakan anti radikalisme tidak berhenti hanya pada sikap apel siaga. Namun perlu diikuti dan dilakukan. Karena, radikalisme yang melahirkan tindakan teror itu berpotensi muncul disekitar masyarakat.

"Artinya ini tidak main-main perlu langkah sistemik yang bukan saja menjadi tanggung jawan TNI dan Polri melainkan menjadi tanggung jawab bersama," tandas Wahid. (luc/kun)

Tag : bom surabaya

Komentar

?>