Rabu, 17 Oktober 2018

Aman Abdurrahman Akui di Mako Brimob saat Rusuh Terjadi

Jum'at, 18 Mei 2018 16:34:26 WIB
Reporter : -
Aman Abdurrahman Akui di Mako Brimob saat Rusuh Terjadi

Jakarta (beritajatim.com) - Kuasa Hukum Terdakwa teroris Aman Abdurrahman, Asrudin Hatjani membantah kliennya dikait-kaitkan dengan teror bom di Surabaya dan Sidoarjo.

"Bagaimana dia (Aman) ada kaitan dengan Surabaya, dia sementara dalam tahanan dan tak bisa dijenguk dan tak ada hubungan keluar sama sekali," katanya usai sidang pembacaan tuntutan Aman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Meski demikian ia menyebut kliennya enggan menjawab terkait keributan di Rutan cabang Salemba Kompleks Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Soal rekaman imbauan menyerupai suara Aman pada narapidana teroris disana untuk menyudahi keributan, Asrudin mengaku tak bisa menjawab itu karena bukan kapasitasnya.

"Bukan kapasitas saya menjawab itu," ujarnya.

Ia pun menyatakan pada saat kericuhan itu, Aman ada di Mako Brimob, namun berbeda tempat dengan lokasi yang ribut.

"Ada di sana (Mako Brimob). Tapi tempatnya beda," bebernya.

Terkait permintaan napi teroris yang meminta bertemu Aman, ia menilai hal itu mungkin karena kliennya dituakan oleh napi yang lain di sana.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut terdakwa perkara teroris Aman Abdurrahman dengan hukuman mati. Dalam tuntutannya, jaksa menilai terdakwa terbukti memenuhi semua dakwaan yang didakwakan padanya.

"Menuntut majelis hakum untuk menjatuhkan pidana pada terdakwa pidana mati," kata JPU dalam persidangan di PN Jaksel, Jumat 18 Mei 2018.

Menurut JPU ada beberapa hal memberatkan. Namun tak ada hal meringankan. "Memutuskan menyatakan terdakwa telah tebukti secara sah bersalah lakukan tindakan terorisme dalam dakwaan satu primer," katanya. [jat]

Sumber : inilah.com
Tag : bom surabaya

Komentar

?>