Sabtu, 18 Agustus 2018

Bom Ditaruh Paha Anak Wanita Masih Balita, DPR: Hati Miris dan Nangis!

Senin, 14 Mei 2018 08:50:28 WIB
Reporter : Teddy Ardianto Hendrawan
Bom Ditaruh Paha Anak Wanita Masih Balita, DPR: Hati Miris dan Nangis!
Anggota Komisi X DPR RI Yayuk Sri Rahayunigsih


Jakarta – Diluar dugaan akal sehat, pelaku bom bunuh diri di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) pagi ternyata tak hanya yang aksinya sangat keji, tapi juga biadab karena melibatkan seorang perempuan dan dua anaknya yang masih kecil.

Dalam aksinya tersebut mereka bertiga meninggal dunia di lokasi dan sasaran atau orang lain tidak ada hanya mereka bertiga yang meninggal.

Bahkan menurut saksi mata seperti yang diberitakan media-media masa. Bahwa Polisi menemukan ada satu bom aktif yang masih nempel di paha anak yang ikut tewas itu.

Mengetahui hal tersebut, anggota Komisi X DPR RI Yayuk Sri Rahayunigsih merasa iba dan berduka. Menurutnya, perempuan atau seorang istri ditambah lagi dia seorang ibu, seharusnya berperan menyadarkan suami dan mendidik anak-anaknya.

“Bukan malah ikutan, bawa anak-anaknya yang tidak tahu apa-apa pula. Dengar itu hati saya menangis, saya berduka, betapa miris perasaan saya sebagai seorang perempuan dan sebagai seorang ibu,” ujarnya saat dihubungi, Senin (14/5).

Legislator Dapil Jawa Timur ini mengatakan terorisme satu keluarga dengan melibatkan perempuan dan anak-anak ini luar biasa mengerikan dirinya sebagai anggota DPR yang duduk di komisi pendidikan.

Itu sebabnya dia menegaskan, tugasnya keluarga dan negara untuk menanamkan pendidikan yang benar pada anak-anak.

“Mau berapapun usia anaknya itu, pastilah saya sangat yakin mereka sama sekali tidak tahu apa-apa, apalagi soal ajakan bom bunuh diri, mustahil mereka mau kalau mereka mengerti,” tegasnya.

Sebelumnya juga dalam pidato Presiden Joko Widodo mengatakan aksi teror bom bunuh diri ini sungguh biadab lantaran telah melibatkan perempuan dan anak-anak yang tidak berdosa.[ted]

Tag : bom surabaya

Komentar

?>