Sabtu, 17 Nopember 2018

Mobil Pengebom Merangsek Masuk dan Lemparkan Bom

Minggu, 13 Mei 2018 11:26:01 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Mobil Pengebom Merangsek Masuk dan Lemparkan Bom

Surabaya (beritajatim.com)--Beberapa korban luka dari teror Bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Jalan Arjuno sudah dilarikan ke beberapa Rumah Sakit di Kota Surabaya.

Sementara ini, korban luka yang teridentifikasi baru sekitar 7 orang yang tersebar di beberapa Rumah Sakit.

Kepala Rumah Tangga Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Suhendro mengatakan bahwa ledakan yang terjadi pada teror pagi ini lebih dari satu kali. "Yang saya dengar ada tiga kali berentetan ledakan dan ledakan pertama paling keras," kata Hendro.

"Ketika kejadian, Pemimpin Gereja sedang memberikan pengumuman tiba-tiba ada getaran bom sehingga para jamaah lari ke pintu belakang di Jalan Bromo. Pada waktu itu sekitar ada kurang lebih 1.500 jamaah," tambahnya.

Lebih lanjut Suhendro mengatakan bahwa ledakan yang terjadi memiliki kekuatan yang bisa dibilang paling tinggi. "Sampai lantai 5 ini kaca pecah semua. Plafon pun berjatuhan. Sementara halaman depan porak-poranda," jelasnya.

Sebagai informasi, area di sekitar gereja pun saat ini tengah dilakukan sterilisasi. Warga diimbau untuk tidak mendekati lokasi hingga radius 500 meter. Hal ini karenan pihak kepolisian menduga masih ada bahan peledak aktif di lingkungan gereja.

Security Gereja Pantekosta Erens A. Ratupa mengatakan bahwa bom dari aksi teror ini berasal dari 1 unit mobil yang merangsek masuk ke halaman gereja. "Mereka tiba-tiba masuk dan melemparkan bom itu. Mobil mereka ikut terbakar," katanya.

Jumlah korban meninggal dunia di lokas ini diperkirakan 5 orang. Seluruh korban hingga saat ini belum dievakuasi.

Berikut adalah daftar korban luka-luka dari teror bom di Gereja Pantekosta yang sudah dilarikan ke Rumah Sakit:

RS RKZ

1. Fenny Suryawati (34 tahun)

2. Agus (38 tahun)

3. Tee Suk Tjien (64 tahun)

4. Clarissa Angelin (7 tahun)

RS William Booth

1. Tutik

RS Adi Husada Undaan

1. Kayla Jesslyn Imanuel

RSUD dr Soetomo

1. Martha Djumani(54 tahun).[ifw/air]

Tag : bom surabaya

Komentar

?>