Senin, 16 Juli 2018

Inilah Kenangan Abah Saiful dengan KH Sholeh Qosim

Jum'at, 11 Mei 2018 23:47:29 WIB
Reporter : M. Ismail
Inilah Kenangan Abah Saiful dengan KH Sholeh Qosim

Sidoarjo (beritajatim.com) - Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah (Abah Saiful) bersama dengan rombongan pejabat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo takziah ke makam KH. Sholeh Qosim Ngelom, Sepanjang Taman, Jumat (11/5/2018).

Setibanya di Pondok Pesantren Bahauddin Al Isma'iliyah Ngelom, Bupati Sidoarjo itu langsung menuju tempat pemakaman yang berada di samping Masjid Bahauddin. Saiful llah dan para pajabat lain berdoa di depan makam KH. Sholeh Qosim yang baru saja dikebumikan.

Meninggalnya kiai sepuh yang tangannya pernah dicium Presiden RI Joko Widodo ini membuat Abah Saiful merasa kehilangan. Karena Abah Saiful kenal dekat dengan almarhum. Bahkan orang nomor satu di Sidoarjo ini memiliki kenangan tersendiri.

Salah satu kiai yang merestui dirinya menjadi Bupati Sidoarjo adalah almarhum KH. Sholeh Qosim. Kata dia, sosok almarhum erupakan ulama kharismatik di Sidoarjo yang patut diteladani bersama.

"Salah satu contohnya, beliau ini orangnya istiqomah, meski usianya sudah sepuh namun semangat dakwahnya luar biasa. Malah kita malu yang masih jauh lebih muda kalah dibanding beliau. Kiai Sholeh Qosim ini mengajar rutin di Masjid Al Abror Kauman Sidoarjo," terang H. Saiful llah mengenang.

Wakil Bupati dan Bupati Sidoarjo dua periode jalan ini juga teringat masa itu. Yakni, ketika dirinya didorong oleh tokoh Kiai NU untuk maju memimpin Sidoarjo, salah satunya KH Sholeh Qosim. "Sosok sederhana dari almarhum patut kita diteladani bersama, semoga keluarga yang ditinggalkan tabah. Beliau orang baik, meninggalnya juga dalam keadaan baik," imbuhnya.

Seperti diketahui, KH Sholeh Qosim meninggal pada Kamis (10/5/2018) petang saat menjalankan sholat maghrib di rumahnya. Waktu sujud rakaat terakhir, tidak bergerak, kemudian oleh keluarga di panggilkan dokter untuk diperiksa.

"Romo Kiai Sholeh Qosim tak kunjung beranjak dari tempat shalat. Sehingga Hj. Mutholiah bibi Gus Miftah cucu Kiai Sholeh Qosim, berusaha masuk ke kamar untuk melihat. Saat dilihat, almarhum wafat dalam posisi sujud," kata Gus Miftah cucu KH Sholeh Qosim.

Oleh pihak keluarga, lanjut Gus Miftah, almarhum kemudian diperiksa dokter untuk memastikan kondisinya. "Kami atas nama keluarga besar KH Sholeh Qosim dan Ponpes Bahauddin Al Isma'iliyah Ngelom Sepanjang Taman, mohon maaf yang sebesar-besarnya jika almarhum memiliki khilaf dan salah," imbuhnya.

Almarhum Kiai Sholeh Qosim merupakan bagian dari pasukan Barisan Hizbullah dan Laskar Sabilillah di zaman revolusi kemerdekaan. Masa muda almarhum turut merasakan kerasnya perjuangan Laskar Sabilillah melawan kolonial.

Barisan Hizbullah dan Laskar Sabilillah adalah milisi santri yang begitu berani dan sangat ditakuti kaum penjajah Belanda dan Jepang. [isa/suf]

Komentar

?>