Kamis, 24 Mei 2018

Bocah SD Meninggal di Kubangan Bekas Galian C

Rabu, 02 Mei 2018 07:19:45 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Bocah SD Meninggal di Kubangan Bekas Galian C

Gresik (beritajatim.com) - Ibu korban Zulaikha (42) hanya bisa menangis histeris melihat anaknya M.Tri Ramadhani (11) sudah terbujur kaku setelah tenggelam di bekas kubangan galian C. Tepatnya, di Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Gresik, Selasa (1/5/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rama panggilan akrabnya sehari-hari, pergi bersama Riki, Aril, Yoga, Dani, Febiyan, Firsa dan Fajar. Delapan anak yang masih di bawah umur itu hendak berenang. Mereka membawa batang pohon pisang menuju bekas kubangan galian C.

Beberapa delapan anak tersebut melepas pakaian lalu melompat ke kubangan air sambil berpegangan sebatang pohon pisang.

Ironis, saat akan dipegang, pohon pisang tersebut terbalik. Rama tercebur ke tengah kubangan air. Dia berteriak minta tolong. Tetapi, teman-temannya tidak berani menolong karena kuatir turut tenggelam.

Melihat Rama tenggelam dan terus berteriak meminta tolong, sejumlah warga datang membantu. Tidak lama, anggota polisi ikut datang ke lokasi kejadian. Medan yang ditempuh cukup sulit. Selain menanjak, jalanannya berlumpur.

Dibantu warga sekitar langsung masuk ke kubangan air. Namun, nyawa Rama tidak bisa diselamatkan. Teman-temannya bingung. Ada pula yang menangis. Mereka takut disalahkan.

Tubuh Rama akhirnya bisa dievakuasi ke daratan. Jenazah bocah yang masih kelas IV SD itu langsung dibawa ke rumah duka menggunakan mobil polisi.

"Pihak keluarga tidak mau membuat laporan. Mereka sedang berduka," ujar Kapolsek Sidayu AKP Siswanto.

Terkait dengan kejadian ini, Polsek Sidayu berkoordinasi dengan tim identifikasi Polres Gresik. Tim identifikasi tiba di lokasi kejadian. Garis polisi dipasang. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan. Pihak keluarga belum bisa dimintai keterangan.

Menurut AKP Siswanto, area bekas tambang itu sejatinya ada penjaganya. Namun, anak-anak nekad menerobos pagar pembatas. Apalagi penjaga yang bertugas belum datang.

"Area tersebut sejatinya bukan untuk umum. Sudah ada spanduk larangan yang dipasang. Isinya berupa peringatan yang menyebutkan bahwa area bekas tambang itu berbahaya," pungkasnya. [dny/suf]

Komentar

?>