Senin, 24 September 2018

2 Tahun Menghilang, Slamet Pulang Tinggal Tulang

Jum'at, 27 April 2018 15:43:55 WIB
Reporter : Rindi Suwito
2 Tahun Menghilang, Slamet Pulang Tinggal Tulang

Banyuwangi (beritajatim.com) - Sejumlah tulang belulang manusia ditemukan berserakan di tengah hutan. Tepatnya, di wilayah Dusun Bejong, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon. 

Penemuan tulang itu pertama kali ditemukan oleh dua orang pencari jamur. Mereka adalah Sujono dan Suharto warga Dusun Krajan, Desa Kluncing, Kecamatan Licin. 

"Saat itu mereka sedang mencari tumbuhan jamur di tengah hutan. Saksi mengetahui adanya tulang belulang atau kerangka yang diduga milik manusia. Mengetahui hal tersebut saksi ( Sujono) selanjutnya pulang dan pada hari Kamis tanggal 26 April 2018 melaporkan ke Polsek Songgon," Jelas Kapolsek Songgon, AKP Bakin, Jum'at (27/4/2018).

Selanjutnya, Kapolsek Songgon AKP Bakin bersama anggota dan Masyarakat berangkat menuju lokasi penemuan kerangka tersebut. Saat tiba di lokasi, benar adanya temuan itu. Petugas selanjutnya mengevakuasi kerangka itu ke Puskesmas Songgon. 

"Dilokasi ditemukan kerangka mayat berupa tulang belulang yang sudah tidak utuh lagi. Antara lain, tulang paha, tulang belikap kanan dan kiri, tulang lengan atas, tulang panggul kiri kanan, tulang ekor, tukang rusuk, tulang belakang, tulang iga, tulang kaki kering, tulang tangan," ungkapnya.

Sementara itu di tempat tersebut juga ditemukan beberapa ciri-ciri. Di antaranya, sebuah sarung warna Biru motif kotak-kotak, celana pendek warna merah hitam, baju warna putih dalam keadaan rusak.

"Satu temuan yang menguatkan tulang itu adalah Slamet. Karena di lokasi juga ditemukan identitas berupa KTP an. Slamet (63) Islam, alamat Dusun Pasar Rt.6 / 2, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon. Bersamaan dengan itu juga ada songkok warna hitam dan korek api warna biru," jelasnya. 

Dugaan tersebut semakin menguat dengan adanya pengakuan dari pihak keluarga. Menurutnya, korban sudah sering meninggalkan rumah dan sering hilang. 

"Menurut Paenah istri korban dan Edy Sugianto anaknya, korban memang sudah sering diingatkan oleh pihak keluarga untuk tidak bepergian. Namun sejak 2 tahun lalu korban hilang sampai dengan hari ini ditemukan berupa tulang belulang. Selama ini Korban mengalami penyakit penuaan atau pikun," terangnya. 

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis pihak Puskesmas Songgon, selanjutnya tulang belulang tersebut diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga Korban tidak mau melakukan autopsi serta tidak menuntut secara hukum dengan membuat surat pernyataan. (rin/ted)

Komentar

?>