Sabtu, 18 Agustus 2018

Pro-Kontra Akses Apartemen Balle Hinggil Terus Berlanjut

Kamis, 26 April 2018 10:38:34 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Pro-Kontra Akses Apartemen Balle Hinggil Terus Berlanjut
Denah jalan untuk Balle Hinggil sesuai rekomendasi Pemkot Surabaya.

Surabaya (beritajatim.com) - Pro-kontra terkait akses jalan baru Apartemen Balle Hinggil diperkirakan masih akan terus berlanjut. Hal ini karena jalur itu diduga akan menembus pembatas jalan MERR II-C. 

Penembusan batas itu dianggap oleh beberapa pihak justru merupakan pelanggaran yang berpotensi merugikan khalayak umum. Pendapat tersebut salah satunya datang dari politisi PAN Kota Surabaya, Sudirdjo. 

Menurutnya, akses jalan itu nantinya tidak akan sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan Pemkot Surabaya melalui Dinas PU Bina Marga dan Pematusan.

"Hal ini dikarenakan akses jalan itu dibangun hanya berbentuk “U” atau seperti perputaran untuk menuju lobby Balle Hinggil. Bahkan, jalur yang ada juga berada di atas jalan kampung Medokan Semampir. Ini jelas tidak sesuai," kata Sudirdjo. 

Senada, M Sholahudin yang merupakan Ketua Karang Taruna Medokan Semampir RW 8 pun memiliki anggapan yang sama. Ia juga memandang bahwa, jika jalan yang dibangun Balle Hinggil itu kelak sesuai gambar DED yang direkomendasikan Pemkot Surabaya, maka warga sangat membantu warga sekitar. 

“Warga yang dari Jl Ir Soekarno arah utara mau ke Jl Semampir, bisa langsung turun lewat jalan di depan Balle Hinggil. Jadi tidak harus putar balik. Apalagi di kawasan itu ada SMPN, SMAN, RS Gotong Royong yang bisa diakses lebih cepat jika melalui jalan yang direkomendasikan. Anak sekolah diuntungkan, begitu juga dengan orang yang akan berobat,” ujar Sholahudin.

Sementara itu, terkait perijinan yang dikeluarkan, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya Erna Purnawati sudah memastikan bahwa berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan, akses jalan ke Balle Hinggil kelak akan menjadi akses jalan umum. Kasi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irwan Andeska pun juga mengatakan hal yang sama.

Rekomendasi ijin jalan akses itu memang berasal dari Dinas PU Bina Marga dan Pematusan. Sementara, untuk IMB perizinannya tetap di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya. Rekomendasi yang dikeluarkan juga sudah ada bentuk denahnya. 

"Sehingga pihak Balle Hinggil seharusnya lebih mematuhi rekomendasi yang ada. Sesuai rekomendasi berupa gambar, akses masuk ke Balle Hinggi itu memang dari jalur MERR II-C menuju ke Balle Hinggil dan turun ke akses jalan di Medokan Semampir arah ke SMAN 20 Surabaya," kata Irwan.

Di sisi lain, Herry Sudibyo yang menjadi perwakilan manajemen Apartemen Balle Hinggil menyatakan kesiapan untuk memenuhi rekomendasi perizinan yang dikeluarkan Pemkot Surabaya. 

Ia meyakinkan bahwa kelak akses itu dibuka untuk umum dan bukan hanya khusus menuju apartemen saja. “Pembangunannya akan menyesuaikan rekomendasi izin. Nanti jembatan akan menghubungkan akses jalan dari Jl. Soekarno menuju Medokan Semampir,” katanya.

"Dalam tahap pembangunan jembatan tersebut, memang belum bisa diketahui desain aslinya nanti. Pihak apartemen tidak akan berani menyimpang rekomendasi dan perizinan yang sudah di keluarkan instansi yang berwenang. Rekomendasi perizinan akan kita patuhi sesuai DED(detail engginering desain,red). Apalagi jembatan itu dibutuhkan oleh masyarakat. Pasti kita tak berani macam-macam,” pungkas Herry.[ifw/ted]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>