Kamis, 19 Juli 2018

Petaka Rafting Mapala UNP Kediri

Satu Korban Tenggelam Jalani Perawatan di RSUD Kabupaten Kediri

Senin, 16 April 2018 20:14:06 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Satu Korban Tenggelam Jalani Perawatan di RSUD Kabupaten Kediri

Kediri (beritajatim.com) - Khusnul mahasiswi Universitas Nusantara PGRI Kediri menjalani perawatan intensif di Ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kediri. Khusnul adalah satu dari tiga orang korban selamat dalam kegiatan rafting di Sungai Pait, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Minggu (15/4/2018) sore kemarin.

Hermawan, dokter spesialis paru RSUD Kabupaten Kediri menjelaskan, pihaknya memasang alat ventilator untuk mengeluarkan air di dalam paru-parunya. 

"Memang dia kemarin ikut rafting dan tenggelam. Saat ini kondisi stabil dan sadar, namun masih sesak. Kini mulai timbul panas dan ini adalah resiko tenggelam," kata dr. Hermawan, Senin (16/4/2018).

Tim medis memasang alat ventilator untuk mengeluarkan cairan (air) dari dalam paru-parunya agar dapat mengembang kembali. Sehingga, oksigen dapat bertukar dengan baik. 

Hal yang kini dikhawatirkan, kata dr. Hermawan adalah timbulnya infeksi pada paru-parunya akibat air sungai yang masuk. Air sungai kotor tercampur dengan bakteri atau kuman penyakit. Untuk itu, pasien juga diberikan obat-obatan. 

"Mungkin ada tanda-tanda infeksi. Saat ini mulai panas, dan di paru-parunya masih tampak cairan yang memenuhi rongga paru. Harapannya, alvionya atau paru-parunya bisa terbuka kembali, sehingga pertukangan gas bisa normal," beber dr. Hermawan.

Sementara itu, jenasah Mufidatul Anisa (19) mahasiswi semester dua UNP Kediri jurusan Matematika yang meninggal dunia sudah dibawa ke rumah duka di Loceret, Nganjuk untuk dimakamkan. 

Gadis remaja asal Desa Teken, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk ini mengalami nasib nahas saat mengikuti arung jeram bersama-teman kuliah dan alumni kampusnya yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Pelita.

Diberitakan sebelumnya, awalnya Minggu (15/4/2018) sekira pukul 14.00 WIB, korban bersama lima orang temannya yang tergabung dalam Mapala mengikuti arung jeram.

Mereka, Khusnul Solikah, Jumrotun Munawaroh, Nurlatif Doni Fatria, termasuk juga saksi menaiki perahu karet. Mereka mengambil start arung jeram dari Dusun Mloyo, Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.

Rencananya, rombongan mahasiswa 'Kampus Biru' ini finish sampai di basecamp mereka yang terletak di tepi Sungai, tepatnya di Gang Keramat Jalan Sooko Kecamatan Kandangan. 

Tetapi sebelum sampai tiba di finish, kurang lebih sekitar 200 meter, perahu karet yang ditumpangi korban bersama teman-temannya mengalami kecelakaan.

Perahu oleng, kemudian menabrak batu sungai. Akibatnya, semua penumpang terjebur dan terseret arus sungai yang deras sekali. Sehingga korban sempat terseret arus sekitar 1 kilometer (km) dari tempat awal perahu karet oleng.

Korban ditolong oleh beberapa warga. Dia langsung dinaikan ke tepi sungai dan kemudian langsung di bawa ke Puskesmas Kandangan. Namun, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia

Sementara teman-temannya selamat. Namun mereka mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan. Antara lain, Jumrotun Munawaroh, Khusnul Solikah, Nurlatif Doni Fatria, Heru Kurniawan dan Mirza Islami Gigih Hari Saputro. (nng/ted)

Tag : kecelakaan

Komentar

?>