Senin, 20 Agustus 2018

TKW asal Malang di Taiwan 18 Tahun Hilang Kontak

Minggu, 15 April 2018 14:29:44 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
  • TKW asal Malang di Taiwan 18 Tahun Hilang Kontak
  • TKW asal Malang di Taiwan 18 Tahun Hilang Kontak

Malang (beritajatim.com)--Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Malang, dikabarkan hilang kontak selama 18 tahun.

Diketahui, pekerja migran bernama Juariyah (47), warga Dusun Sidomukti, Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang itu, terakhir bekerja di negara Taiwan melalui PT.Bumen Jaya Jakarta.

Juariyah berangkat ke luar negeri sebagai PMI sejak tahun 2000 lalu. Kepada keluarganya saat itu, Juariyah pamit bekerja di Taiwan melalui salah seorang petugas lapangan Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) sebelum disalurkan ke PT. Bumen Jaya di Jakarta.

Menurut Holili, kakak kandung Juariyah,adiknya berangkat ke Taiwan untuk yang kedua kalinya. “Juariyah berangkat pertama kali tahun 1999. Lalu pada tahun 2000 adik saya pernah pulang, katanya cuti selama satu bulan. Setelah itu kembali lagi ke Taiwan. Terakhir adik saya masih sempat kirim surat, tepatnya tanggal 25 April 2001 silam, tapi sampai hari ini tak pernah lagi bisa komunikasi dengan keluarga,” terang Holili, Minggu (15/4/2018).

Kata dia, ketika berangkat ke Taiwan, usia Juariyah masih 27 tahun. Juariyah menikah dengan Juhari dengan satu anak bernama Soleh yang kala itu masih usia 10 tahun. Tetapi mereka bercerai. Selanjutnya menikah lagi dengan laki-laki lain yang masih bertetangga.

Kini, anak kandung Juariyah bernama Soleh sudah berusia 28 tahun. Kepulangan Juariyah sangat dirindukan Soleh yang kini sudah menikah dan dikaruniai satu anak. Sementara ibu kandung Juariyah yang bernama Satirah (68), dalam kondisi sakit.

Sedang Kamaluddin (70), ayah kandung Juariyah, Jum'at 7 April 2018 juga baru meninggal dunia lantaran sakit. Dengan ketidakpulangan Juariyah selama 18 tahun, Holili berniat melaporkan hal ini ke dinas terkait. Akan tetapi terbentur kondisi ekonomi yang sulit.

"Saya hanya berharap bantuan pemerintah untuk bisa melacak keberadaan adik saya. Selain surat dan foto, saya tidak punya bukti lain, sampul surat termasuk paspor juga sudah tidak ada,” kata Holili. [yog/air]

Tag : tki tkw

Komentar

?>