Senin, 15 Oktober 2018

Micko Memiliki Rasa Solidaritas Tinggi

Minggu, 15 April 2018 04:10:46 WIB
Reporter : M. Ismail
Micko Memiliki Rasa Solidaritas Tinggi

Sidoarjo (beritajatim.com)--Vivin Kusuma (17), ABG asal Gunungsari Indah Surabaya merasa kehilangan atas kematian Micko Pratama (17), Bonek asal Jl. Brigjen Katamso 4 RT/RW 30/6 no. 233, Dusun Balongpoh, Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, yang meninggal dunia akibat jadi korban pengeroyokan sekelompok warga di Solo, Jateng saat pulang estafet naik truk bersama Bonek lainnya.

Menurut Vivin, Micko anak yang solidaritasnya tinggi sesama teman dan suka menolong. Vivin mengenal Micko sudah lama karena ketepatan juga teman sekolah di SMK Darma Siswa Brebek, Waru.

"Micko teman yang baik dan sangat semangat kalau diajak nonton bola mendukung Persebaya," katanya di sela-sela menanti kedatangan jenazah di rumah korban, Sabtu (15/4/2018) malam.

Dia menambahkan, bertemu terakhir sama almarhum saat berada di Satdion Sultan Agung Bantul. "Saya juga tidak ada firasat apapun saat bertemu dengan almarhum. Malah almarhum bersendah gurau dengan teman karena Persebaya unggul atau menang melawan PS Tira," tukasnya.

Vivin juga berpisah setelah keluar stadion. Micko saat itu naik bus saat pulang ke Surabaya. Namun di tengah perjalanan, penumpang Bonek diturunkan oleh sopir dan kenek saat perjalanan sampai di Kartosuro Jawa Tengah.

"Sopir bus ketakutan karena mendengar kabar di Solo situasinya memanas. Para Bonek dihadang sekelompok orang. Setelah turun dari bus, rombongan Bonek melanjutkan naik truk dan sesampai di Solo dihadang sekelompok orang yang sudah siap batu dan kayu untuk menghadang," ungkap Vivin.

Vikri, teman almarhum Micko lainnya juga mengaku sama. Ada sekelompok orang yang sudah menghadang rombongan Bonek dan Bonita yang pulang secara estafe naik truk dari stadion dan lainnya.

"Saya berharap pelaku pengeroyokan diusut tuntas dan dihukum sesuai undang-undang yang berlaku," pintanya.

Selain almarhum Micko, satu Bonek lainnya yang juga teman almarhum bernama Rizky Sadam Data Alzidan asal Dusun Bandilan, Desa Kedungrejo, juga menjadi korban pengeroyokan dan kondisinya sekarang kritis dan dirawat di RS Moewardi Solo. [isa/air]

Tag : bonek

Komentar

?>