Selasa, 24 April 2018

Keterbelakangan Mental, Pelajar Gantung Diri di Sekolah

Jum'at, 30 Maret 2018 21:13:03 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Keterbelakangan Mental, Pelajar Gantung Diri di Sekolah

Gresik (beritajatim.com) - Hanya karena memiliki keterbelakangan mental, Wahyu Setyawan (15), mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di SDI Nurul Iman, Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Gresik.

Wahyu sapaan akrabnya, gantung diri dengan cara mengikat lehernya menggunakan dua kain taplak meja. Setelah dikaitkan pada pagar. Ada dugaan Wahyu lalu menendang bangku yang dibuat sebagai pijakan.

Wahyu yang beralamat di Jalan Durian blok AG-11 MSI. Pertama kali ditemukan oleh Matori (56) warga Perumahan Menganti Satelit Indah (MSI).

Sebelum ditemukan gantung diri, saksi mata Matori sedang jalan-jalan pagi. Selanjutnya, saksi melihat sesuatu yang tergantung di dalam sekolah. Setelah dicek, ternyata ada anak sedang gantung diri. Melihat ada yang gantung diri. Saksi lalu meminta bantuan warga untuk menurunkan korban. "Sewaktu saya melihat ada pelajar gantung diri. Tanpa menunggu saya laporkan ke Polsek Menganti," ujarnya, Jumat (30/03/2018).

Kapolsek Menganti AKP Wavek Arifin membenarkan adanya pelajar gantung di diri di salah satu SD. "Berdasarkan laporan pihak keluarga korban memang memiliki keterbelakangan mental. Atas kejadian itu, keluarga korban tidak menuntut apa-apa," pungkasnya. [dny/kun]

Komentar

?>