Sabtu, 22 September 2018

Ini Penyebab Kawah Ijen Keluarkan Gas Beracun

Kamis, 22 Maret 2018 12:07:02 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Ini Penyebab Kawah Ijen Keluarkan Gas Beracun

Banyuwangi (beritajatim.com) - Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharam menjelaskan penyebab terjadinya gas beracun di Gunung Kawah Ijen.

Menurutnya, sesuai hasil data dan informasi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen, di Kecamatan Licin, penyebab utama lantaran adanya gempa hembusan.

"Di Alat pengamat di PPGA Ijen ada gempa hembusan menimbulkan letupan, dari dalam danau kawah ijen. Sehingga menimbulkan gas dari dalam kawah,"

"Dari dalam kawah itu enyemburkan gas, kemudian gas  ditiupkan ke atas dan mengarah ke Bondowoso. Sehingga yang terdampak adalah warga Bondowoso," ungkapnya, Kamis (22/3/2018).

Penyebab lain, kata Eka, adanya curah hujan yang tinggi di Banyuwangi, terutama di sekitar kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.

"Menurut prediksi dari BMKG Banyuwangi curah hujan sampai akhir bulan Maret masih tinggi," ungkapnya.

Hingga saat ini, pendakian menuju ke Kawah Ijen masih ditutup. Tidak hanya untuk aktivitas wisata tetapi juga aktivitas lain, seperti penambang dan lainnya.

"Siang ini kita akan lakukan evaluasi, mengenai penutupan ini. Saat ini masih kita lakukan pemantauan, sekitar radius 1 kilometer di bibir kawah dilarang aktivitas," jelasnya.

Sebelumnya, data dari BPBD Banyuwangi warga yang mengalami keracunan akibat menghirup gas beracun sekitar 25 orang lebih, Selasa (21/3/2018). Mereka di antaranya berasal dari Banyupait, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso. Mereka dirawat di Puskesmas, dan dilarikan ke RSUD Bondowoso. [rin/but]

Tag : keracunan

Komentar

?>