Selasa, 18 September 2018

Ini Alasan Sopir Angkutan Kota se-Malang Raya Mogok Operasi

Rabu, 14 Maret 2018 16:05:50 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Ini Alasan Sopir Angkutan Kota se-Malang Raya Mogok Operasi

Malang(beritajatim.com) - Ribuan sopir angkutan kota atau angkutan konvensional melakukan aksi unjuk rasa di Kator UPT LLAJ Malang di Jalan Raya Karanglo, Singosari, Malang, Rabu, (14/3/2018). 

Mereka melakukan orasi dihalaman kantor UPT LLAJ Malang. Agus Mulyono Ketua Serikat Sopir Indonesia (SSI) Malang mengatakan tuntutan sopir angkutan kota adalah pemberlakuan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. 

"Karena kenapa ada Permenhub 108 namun tidak dijalankan. Harapan kami ada penindakan tidak hanya operasi simpatik sesaat saja bagi angkutan online," ujar Agus. 

Tuntuan yang diinginkan sopir sesuai Permenhub 108 adalah, sopir angkutan online wajib melakukan Uji Kir, memiliki SIM A, dan berjumlah sesuai kuota yang disepakati. Untuk diwilayah Malang Raya angkutan online hanya diberi kuota 255 kendaraan. 

"Kuota di Malang 225 kendaraan tapi kenyataannya sampai ribuan. Makanya pemerintah jangan hanya membuat aturan tapi juga menjalankan. Permenhub 108 tidak memberatkan, kami setuju dengan aturan itu biar kita sama-sama mencari nafkah," papar Agus. 

Agus mengakui sebagai sopir angkutan kota pihaknya tidak bisa membendung kemajuan teknologi. Namun pihak angkutan online diminta sesuai regulasi yang disepakati bersama. 

"Ayo kita hormati bersama, jangan ditaguhkan, aturan ini jangan ditunggu hingga batas waktu tertentu. Kami minta ketegasan pemerintah Permenhub 108 harus dijalankan, kalau ditangguhkan harus kembali ke UU 22 tahun 2009 tentang transportasi," tandasnya. (luc/ted)

Komentar

?>