Jum'at, 21 September 2018

Sopir Angkutan Kota se-Malang Raya Mogok Beroperasi

Rabu, 14 Maret 2018 10:59:02 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Sopir Angkutan Kota se-Malang Raya Mogok Beroperasi
Malang (beritajatim.com) - Sekitar 2.500 angkutan kota di tiga wilayah Malang Raya, mulai dari Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu melakukan unjuk rasa menuntut kejelasan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Demonstrasi yang dilakukan oleh sopir angkutan kota membuat beberapa penumpang terlantar. Namun beberapa perwakilan dari sopir angkutan kota menjadi relawan mengangkut penumpang secara gratis. 

"Jadi tidak semua ikut mogok dan unjuk rasa. Untuk Kota Malang ada 170 angkutan kota yang menjadi relawan mengangkut penumpang secara gratis. Kalau yang unjuk rasa sekitar 2.500 angkutan kota itu se-Malang Raya," kata Hariadi Kordinator aksi sopir angkutan kota wilayah Stasiun Kota Baru, Malang, Rabu, (14/3/2018). 

Hariadi mengatakan Permenhub 108 yang dikeluarkan sejak 1 November 2017 harus diterapkan oleh pemerintah. Para sopir angkutan kota menilai jika aturan menteri perhubungan belum sepenuhnya berjalan. 

"Permenhub 108 yang dicetuskan menteri di lanjutkan apa pakai peraturan baru. Jika Permenhub 108 yang diterapkan kok masih banyak angkutan online yang terus mendaftar padahal di Malang Raya itu ada kuotanya sekarang kok sampai ribuan," ujar Hariadi. 

"Selama ini peraturanya masih ditunda-tunda. Bahkan zona merah yang disepakati banyak yang dilanggar oleh taksi online. Ini harus fifty-fifty, jangan merugikan satu sisi dari angkutan kota saja," imbuh Hariadi. 

Sebagai antisipasi membludaknya penumpang terlantar, Polres Malang Kota, TNI dan Pemerintah Kota Malang menyediakan puluhan angkutan gratis. Seperti, bus, elf, pick up dan mini bus. Mobil angkutan gratis itu, ditempatkan dibeberapa titik kumpul penumpang seperti di stasiun, terminal dan beberapa tempat lainnya. (luc/kun)

Komentar

?>