Rabu, 23 Mei 2018

Posko Konservasi Laskar Hijau Dirusak, Pohon di Gunung Lemongan Dibabat

Rabu, 14 Maret 2018 02:27:55 WIB
Reporter : Harry Purwanto
Posko Konservasi Laskar Hijau Dirusak, Pohon di Gunung Lemongan Dibabat

Lumajang (beritajatim.com) - Posko Laskar Hijau yang berada di Gunung Lemongan yang selama ini berfungsi sebagai basecamp relawan konservasi, dirusak orang tak dikenal, Selasa(13/3/2018). Padahal tempat tersebut juga digunakan sebagai pos pantau Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kerjasama antara Pemkab Lumajang, Polres Lumajang, Kodim 0821 

Para aktivis Laskar Hijau yang pertama kali mengetahui adanya perusakan itu adalah Kamal Pasha, Haryanto, Ilal Hakim dan Adi. Kerusakan terjadi pada bangunan bagian depan yang terbuat dari bambu, kemudian kamar mandi dan bak penampung air yang jika musim kemarau berfungsi menyiram tanaman.

Selain merusak fasilitas posko, pelaku juga menebangi ratusan pohon yang ditanam sejak 2008. Antara lain pohon durian, manggis, leci, dan beragam jenis tanaman konservasi.

Analisa dari Tim Investigasi Laskar Hijau, perusakan dilakukan pada malam hari, dan pelakunya lebih dari satu orang. Hal itu terlihat dari banyaknya pohon yang dirusak. Aktivis Laskar Hijau menduga, perusakan dilakukan secara terencana.

Lantas apa motif perusakan itu? A'ak Abdullah Al-Kudus, koordinator Laskar Hijau dalam rilisnya dikirim ke beritajatim.com, memprediksi adanya dua hal:

Pertama, selama ini ada beberapa oknum masyarakat yang pekerjaannya merambah hutan lindung, bahkan seringkali dengan cara membakar. Hutan lindung yang sudah dibuka nantinya dijadikan kebun sengon. Kebub ini dirawat hingga panen, tapi ada pula yang lahan tersebut dijual ketika pohon sengon berumur satu tahun atau lebih, setelah itu oknum ini membuka hutan lindung lagi.

Di sisi lain, Laskar Hijau selama ini berupaya menjaga dan menanami kawasan hutan lindung ini dengan tanaman bambu dan buah-buahan. Tujuannya, agar ekosistem di Gunung Lemongan kembali hijau. Nah, aktivitas Laskar Hijau ini oleh para perambah hutan dianggap sebagai hambatan bagi bisnis mereka, sehingga hampir setiap tahun tanaman Laskar Hijau dirusak dan dibakar.

Tapi para relawan tak mau menyerah, pada musim hujan berikutnya kawasan tersebut ditanami lagi dengan bambu dan buah-buahan. "Mungkin karena kami tidak mau menyerah itulah, akhirnya mereka memutuskan untuk merusak posko kami berikut pohon-pohon yang ada di sekitarnya," ujar A'ak.

Lanjut dia, dugaan Kedua, para pelaku perusakan hutan ini sebenarnya sudah pernah dilaporkan ke kepolisian baik oleh Laskar Hijau maupun oleh Perhutani dengan beragam tuduhan, mulai dari pembakaran hutan, perusakan pohon hingga illegal logging, total kesemuanya kurang lebih 17 laporan ke Polisi. Tapi sampai hari ini belum ada satupun terlapor yang dihukum, mereka masih bebas berkeliaran.

"Karena mereka menganggap tidak ada konsekwensi hukum, akhirnya merusak hutan lagi. Makanya kami berharap polisi tegas dalam masalah ini,"  ungkapnya. [har/suf]

Komentar

?>