Senin, 10 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Suami Dituduh Gelapkan Mobil, Istri Bawa Massa Geruduk Polres Sumenep

Selasa, 13 Maret 2018 21:07:05 WIB
Reporter : Temmy P.
Suami Dituduh Gelapkan Mobil, Istri Bawa Massa Geruduk Polres Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) - Mapolres Sumenep digeruduk puluhan ibu-ibu Desa Giring, Kecamatan Manding, sambil membawa anak-anaknya.

Mereka berbondong-bondong ingin menemui tetangganya, H Nur Kholis (40) yang ditangkap polisi pada Senin (12/03/2018) malam karena diduga menggelapkan mobil APV. "Penangkapan itu dilakukan tiba-tiba. Tanpa ada surat perintah. Jadi saya dan keluarga besar tentu saja kaget. Kok malam-malam suami saya dijemput paksa polisi. Sekarang ini saya dan tetangga-tetangga mau jenguk suami saya ke polres, kata istri H Nur Kholis, Rizkiyah (35).

Ia yakin suaminya tidak bersalah. Tuduhan bahwa suaminya menggelapkan mobil dinilai mengada-ada. "Suami saya tidak salah. Suami saya bukan penadah. Suami saya ini tertipu. Tapi kok malah ditangkap," ujarnya, Selasa (13/03/2018).

Istri Nur Kholis kemudian membeberkan kronologis peristiwa itu. Menurutnya, sekitar 1 bulan lalu, suaminya meminjamkan uang sebesar Rp 30 juta pada Supeno (28), yang masih tetangganya sendiri.

"Waktu itu katanya Supeno perlu uang untuk mengisi tokonya. Hingga akhirnya oleh suami saja diberi pinjaman uang Rp 30 juta," ucapnya.

Ketika tiba pada hari yang dijanjikan untuk mengembalikan uang, ternyata Supeno tidak mampu membayarnya. Karena itu, Supeno menitipkan mobil APV sebagai jaminan.

Mobil tersebut bukan atas nama Supeno. Setelah diusut, ternyata mobil itu merupakan mobil rental yang sengaja digadaikan oleh Supenno. Nur Kholis kemudian menggadaikan mobil jaminan hutang Supeno itu ke warga Lenteng seharga Rp 40 juta.

"Sebelum suami saya di bawa ke Polres, ada orang datang ke rumah mau jemput mobil, ngaku pemiliknya. Tapi dia tidak bawa BPKB, hanya bawa bukti cicilan. Makanya kami sekeluarga tidak mau menyerahkan mobil itu," ucapnya

Ia mengaku siap mengembalikan mobil tersebut jika uang sebesar Rp 30 juta miliknya diganti karena ia tidak ingin rugi. "Suami saya ini menerima gadai mobil bukan utk apa-apa. Tapi hanya ingin membantu Supeno karena katanya perlu uang. Ternyata malah seperti ini," keluhnya. (tem/ted)

Tag : demo sumenep

Komentar

?>