Jum'at, 21 September 2018

Mahasiswa Demo, Tuntut DPRD Tolak Impor Garam

Selasa, 13 Maret 2018 12:38:45 WIB
Reporter : Temmy P.
Mahasiswa Demo, Tuntut DPRD Tolak Impor Garam

Sumenep (beritajatim.com) - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar), berunjuk rasa ke DPRD Sumenep. Mereka menuntut agar wakil rakyat ikut menolak impor garam.

"DPRD Sumenep harus tegas menolak impor garam, karena jelas-jelas merugikan petani garam. Harga garam rakyat menjadi anjlok," kata korlap aksi, Mahfud Amin, Selasa (13/03/2018).

Meski diguyur hujan deras, tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk melanjutkan aksi unjuk rasa. Sambil berorasi, mahasiswa juga membentangkan poster-poster bertuliskan kecaman terhadap impor garam.

"Kami minta agar mafia garam diusut tuntas. Garam impor harus segera dimusnahkan, agar tidak merembes ke pasar garam konsumsi, dan menjaga agar harga garam lokal tidak jatuh," tandasnya.

Ia juga mendesak agar regulasi impor garam dikembalikan seperti semula. Para importir diwajibkan membeli garam lokal dalam kategori garam konsumsi.

"Perusahaan yang sudah mengimpor garam ini harus dipanggil untuk memberikan penjelasan," ujarnya.

Sementara anggota Komisi II DPRD Sumenep, Bambang Prayogi saat menemui mahasiswa mengatakan, sejak awal, DPRD Sumenep telah tegas menolak impor garam.

"Kami menolak impor garam, karena kami yakin, petani lokal masih mampu memproduksi garam sendiri. Kami yakin, kebutuhan garam akan bisa dicukupi oleh petani garam rakyat," katanya.

Bahkan menurutnya, DPRD Sumenep juga akan mengajak DPRD lain di Madura, untuk ikut mendukung penolakan terhadap impor garam.

"Intinya kami siap mengawal aspirasi adik-adik mahasiswa ini untuk menolak impor garam. Karena kami sepakat, pemerintah tidak perlu melakukan impor garam," ucapnya. [tem/but]

Tag : demo sumenep

Komentar

?>