Kamis, 21 Juni 2018

Bojonegoro Masuki Siaga Kuning, Jembatan Nasional Rusak

Selasa, 13 Maret 2018 11:15:25 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Bojonegoro Masuki Siaga Kuning, Jembatan Nasional Rusak

Bojonegoro (beritajatim.com) - Banjir luapan Sungai Bengawan Solo mulai terjadi. Status sungai terpanjang di Pulau Jawa tepatnya di Kabupaten Bojonegoro sudah memasuki siaga kuning. Diperkirakan tinggi muka air akan terus bertambah.

Pada pukul 09.00 WIB, titik air di papan duga Taman Bengawan Solo (TBS) Desa Banjarsari, menunjukkan angka 14.19 peilschaal. Dari sebelumnya pada pukul 06.00 WIB masih siaga hijau, 13.97 peilschaal.

Sementara air di wilayah Karangnongko, Kecamatan Ngraho pada pukul 06.00 WIB dititik 28.93 peilschaal, juga mengalami kenaikan menjadi 29.16 peilschaal atau siaga kuning, pada pukul 09.00 WIB.

Intensitas hujan yang tinggi dan sering terjadi beberapa waktu terakhir ini juga diperkirakan akan menambah sumbangan luberan air luapan Bengawan Solo. "Diperkirakan akan terus naik," ujar Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Andik Sudjarwo, Selasa (13/3/2018).

Sementara, akibat derasnya arus juga membuat kerusakan jembatan penghubung Kecamatan Padangan dengan Kabupaten Ngawi. Jembatan Guyangan Kidul yang asa di jalan nasional itu di sisi kanan dan kiri ambrol.

Selain itu jembatan yang ada di Desa Kalirejo, Kecamatan Ngraho itu juga urugan oprit pada semua sisi tergerus air sehingga lantai injak jembatan menggantung. Salah satu pilar jembatan (sebelah utara, nomor 3) retak/patah).

"Sebelumnya bekas abudment jembatan lama roboh sehingga menghalangi arus air. Dampak dari terhalangnya arus air menggerus urugan oprit, TPT dan pilar seluruh sisi jembatan," ujar Camat Ngraho, Moh. Saipurrohim. [lus/but]

Komentar

?>