Selasa, 19 Juni 2018

Empat Korban Hilang Laka laut Perahu Santri Ditemukan Meninggal

Minggu, 11 Maret 2018 15:00:46 WIB
Reporter : Temmy P.
Empat Korban Hilang Laka laut Perahu Santri Ditemukan Meninggal

Sumenep (beritajatim.com)--Tim SAR, Polri, dan TNI berhasil menemukan empat korban hilang dalam kecelakaan laut perahu yang ditumpangi puluhan santri di Perairan Saredeng Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep.

"Keempat korban hilang itu semuanya ditemukan dalam keadaaan meninggal. Semua jenazah dibawa ke Puskesmas Sapeken," Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Abd. Mukit, Minggu (11/03/2018).

Sebuah perahu kayu 'Kota Baru' milik Sahrudin, warga Desa Sapeken, mengalami kecelakaan laut pada Kamis (08/03/2018).

Para penumpang perahu yang sebagian besar merupakan santri dan ustad itu berangkat dari pinggir pantai Dusun Bukut, Desa Sapeken hari Kamis, pada pukul 14.15 WIB, akan menuju Desa Tanjung Kiaok, Pulau Sepanjang, untuk mengikuti pengajian.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 mil atau 45 menit, tepatnya di sebelah barat Pulau Saredeng Besar, Desa Saseel, perahu miring ke kiri akibat cuaca buruk. Akibatnya, sebagian penumpang, terutama yang duduk di sebelah kiri, jatuh tercebur ke laut.

Perahu dengan ukuran panjang 13,3 meter dan lebar 2 meter itu mengangkut 33 penumpang, dan 1 juru mudi. Dari 33 penumpang, 27 di antaranya merupakan santri Pondok Pesantren Abu Hurairah, dan 4 lainnya adalah ustadh atau guru pendamping santri. Para santri tersebut masih duduk di bangku MTs dan MA. Dalam musibah itu, 4 penumpang hilang, 1 meninggal, dan 29 lainnya selamat.

"Dari empat penumpang hilang, dua ditemukan di Perairan Saredeng Besar, dan dua lagi ditemukan di Perairan Saredeng Kecil," ujar Mukit.

Empat korban yang ditemukan itu masing-masing bernama Maya Puspita Dewi (16), Nur Fadila (16), Nur Khalik Mahmudi (17), dan Fathul Farihin (17).

Semua korban tercatat sebagai warga Desa Sapeken yang masih duduk di kelas I Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Abu Hurairah.

"Saat ditemukan, kondisi mayat korban masih utuh. Masih bisa dikenali. Hanya saja sebagian besar kulit sudah mengelupas, dan kepala tinggal tengkorak," terang Mukit.

Kecamatan Sapeken merupakan salah satu dari 9 Kecamatan Kepulauan di Kabupaten Sumenep. Di wilayah Kecamatan Sapeken, terdapat cukup banyak pulau-pulau kecil lagi.

Untuk menyeberang ke pulau-pulau kecil, harus menggunakan perahu rakyat. Dalam kondisi cuaca normal, untuk sampai di Pulau Sapeken dari Pelabuhan Kalianget memerlukan waktu 12 jam perjalanan laut. [tem/air]

Komentar

?>