Selasa, 11 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Kecelakaan Akibat Perahu Sekecil Itu Angkut 34 Santri

Sabtu, 10 Maret 2018 13:12:09 WIB
Reporter : Temmy P.
Kecelakaan Akibat Perahu Sekecil Itu Angkut 34 Santri

Sumenep (beritajatim.com) - Kecelakaan laut yang menimpa puluhan santri Pondok Pesantren Abu Hurairah, Kecamatan/ Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, diduga akibat perahu kelebihan muatan.

"Dari keterangan sejumlah saksi yang kami periksa, perahu itu diduga kelebihan muatan. Bayangkan, perahu sekecil itu mengangkut 34 orang," kata Kapolres Sumenep, AKBP Fadillah Zulkarnaen, Sabtu (10/03/2018).

Sebuah perahu kayu 'Kota Baru' milik Sahrudin, warga Desa Sapeken, mengalami kecelakaan laut pada Kamis (08/03/2018). Para penumpang perahu yang sebagian besar merupakan santri dan ustad itu berangkat dari pinggir pantai Dusun Bukut, Desa Sapeken hari Kamis, pada pukul 14.15 WIB, akan menuju Desa Tanjung Kiaok, Pulau Sepanjang, untuk mengikuti pengajian.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 mil atau 45 menit, tepatnya di sebelah barat Pulau Saredeng Besar, Desa Saseel, perahu miring ke kiri akibat cuaca buruk. Akibatnya, sebagian penumpang terutama yang duduk di sebelah kiri, jatuh tercebur ke laut.

"Perahu yang digunakan itu sebenarnya juga tidak memenuhi standar keselamatan untuk digunakan sebagai perahu penumpang," ujar Kapolres.

Perahu dengan ukuran panjang 13,3 meter dan lebar 2 meter itu mengangkut 33 penumpang, dan 1 juru mudi. Dari 33 penumpang, 27 diantaranya merupakan santri Pondok Pesantren Abu Hurairah, dan 4 lainnya adalah ustad atau guru pendamping santri. Para santri tersebut masih duduk di bangku MTs dan MA.

Dalam musibah itu, 4 penumpang hilang, 1 meninggal, dan 29 lainnya selamat. Empat penumpang yang belum ditemukan itu adalah Maya Puspita Dewi (16), Nur Khalik Mahmudi (16), Nur Fadilah (16), dan Fathul Arifin (16). Semuanya merupakan warga Sapeken dan tercatat sebagai siswa kelas X MA di Pondok Pesantren Abu Hurairah.

"Sampai saat ini, upaya pencarian terhadap empat korban hilang masih terus dilakukan. Aparat kepolisian, TNI, Basarnas, dibantu nelayan, masih menyisir di sekitar lokasi," ungkapnya.

Kecamatan Sapeken merupakan salah satu dari 9 kecamatan Kepulauan di Kabupaten Sumenep. Di wilayah kecamatan Sapeken, terdapat cukup banyak pulau-pulau kecil lagi. Untuk menyeberang ke pulau-pulau kecil, harus menggunakan perahu rakyat. Dalam kondisi cuaca normal, untuk sampai di Pulau Sapeken dari Pelabuhan Kalianget memerlukan waktu 12 jam perjalanan laut. [tem/but]

Komentar

?>